Low Season, Pemkab Bantul Siapkan Strategi agar Pelancong Tetap Datang

Harian Jogja/Hery Setiawan Seorang peserta CTC 2020 saat berlari di pinggir Pantai Depok, Minggu (16/2/2020). - Harian Jogja/Hery Setiawan
24 Februari 2020 16:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul menyiapkan strategi menggaet wisatawan di musim paceklik wisatawan atau low season selama Februari-April ini. Strategi tersebut tidak hanya fokus pada kegiatan Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul, tetapi juga melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang dikoordinatori Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda).

Kepala Dispar Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan sejak pertengahan Januari hingga April mendatang merupakan masa-masa sepi kunjungan wisatawan. Fakta penurunan wisatawan pada low season merupakan rutinitas tahunan yang terjadi bukan hanya di Bantul namun juga secara keseluruhan se-DIY, sehingga sulit dihindari.

Dinasnya hanya berusaha menggenjot kunjungan wisatawan dengan menyajikan berbagai kegiatan menarik untuk disuguhkan. “Terkait dengan rutinitas wisatawan turun jadi tren tiap tahun, upaya yang dilakukan adalah meningkatkan daya tarik, misalnya lewat acara Bantul Juoss, dan menjadi tuan rumah gelaran Coast to Coast Night Trail Ultra,” kata Kwintarto, Senin (24/2/2020).

Bantul Juoss merupakan kegiatan yang digelar oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (DKUKMP) yang digelar selama dua hari di Pasar Seni dan Wisata Gabusan, mulai Sabtu-Minggu (22-23/2). Acara tersebut diisi dengan peragaan busana, tarian, dan bazar UKM. Sementara Coast to Coast Night Trail Ultra digelar Dispar Bantul di Pantai Depok, Kecamatan Kretek yang diikuti sebanyak 1.326 peserta, 82 peserta di antaranya berasal dari 21 negara.

Menurut Kwintarto kegiatan tersebut jelas berdampak pada kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara, sehingga dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan juga menambah pendapatan warga sekitar acara seperti tempat penginapan dan penjaja kulinernya.

Selain kegiatan itu, kata Kwintarto, acara merti dusun di sejumlah dusun juga akan lebih digencarkan. “Atraksi wisata tidak hanya oleh Dispar tetapi oleh masyarakat dan OPD lainnya,” ujar dia.

Lebih lanjut Kwintarto mengatakan meski musim paceklik wisatawan, jumlah wisatawan ke Bantul dalam setahun tidak berkurang dan justru ada peningkatan. Sehingga meski sepi pada bulan-bulan tertentu akan kembali ramai di musim liburan lebaran, natal dan tahun baru, dan liburan sekolah.

Kepala Bidang Kerja Sama dan Kemitraan Dispar Bantul I Nyoman Yudiariani menambahkan selain menggelar berbagai atraksi wisata, pihaknya juga rajin menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dan komunitas untuk mengunjungi objek wisata untuk mengisi momen low season agar kunjungan wisatawan tetap stabil setiap saat.

“Kecuali kunjungan wisatawan dari China yang masih dibatasi [tidak bisa berkunjung ke Bantul]. Itu sudah ketentuan dari pusat karena terkait dengan Corona [Covid 2019],” ujar Nyoman.

Berdasarkan data Dispar Bantul, kunjungan wisatawan pada momen low season pada tahun lalu, Januari sebanyak 202.606 orang; Februari 182.101 orang; Maret 201.783 orang; dan April 297.096 orang.