Astra Motor Jombor Dukung Insan Pers lewat Servis Motor Gratis
Astra Motor Jombor gelar servis gratis untuk wartawan Harian Jogja dalam rangka Hari Pers Nasional 2026.
Gumuk pasir di Pantai Parangtritis./IST-Humas Pemkab Bantul
Harianjogja.com, BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul menjadikan pariwisata sebagai lokomotif pembangunan di tahun depan. Semua organisasi perangkat daerah diharapkan dalam menyusun program kerja dapat dihubungkan dengan dunia pariwisata.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul, Isa Budi Hartomo mengatakan pariwisata merupakan sektor yang paling cepat daya ungkitnya dalam pembangunan ekonomi di Bantul berdasarkan hasil analisis instansinya bersama sejumlah lembaga.
Bahkan dunia pariwisata akan menjadi ujung tombak perekonomian yang dimulai sejak 2021 mendatang. “Maka seluruh kegiatan OPD harus dikaitkan dengan wisata,” kata Isa, seusai menyampaikan arahan dalam Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan tingkat kecamatan di Kecamatan Jetis, Selasa (18/2/2020).
Isa mengatakan pariwisata tidak hanya berbicara soal jumlah kunjungan dan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD), namun juga efek dominonya di masyarakat, mulai dari kulinernya, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). “Kemiskinan dan ketimpangan bisa bisa diatasi dari sektor pariwisata. Jadi pariwisata ini bisa menjadi lokomotif pembangunan daerah,” ujar Isa.
Senada, Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan target PAD dari sektor pariwisata tahun ini sebesar Rp32 miliar. Nilai tersebut baru terhitung dari retribusi objek wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten Bantul. Belum termasuk objek wisata yang dikelola masyarakat, dan instansi lain seperti Kebun Buah Mangunan yang dikelola Dinas Pertanian Pangan, Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Bantul.
Meski baru menyumbang 10% dari total PAD Bantul, namun Kwintarto meyakini dapat mendongkrak perekonomian masyarakat. Saat ini, kata dia, sudah banyak objek wisata yang dikelola masyarakat. selain itu warga juga terlibat dalam mengelola parkir, hingga menjajakan kuliner khas sekitar.
Saat ini pihaknya juga terus berupaya agra wisatawan yang datang ke Bantuk tidak hanya dapat menikmati suasana alamnya, namun juga atraksinya, mulait dari atraksi budaya, sejarah, kuliner dan olahraga.
“Bahkan wisatawan tidak hanya dapat membeli oleh-oleh khas Bantul, namun juga bisa bisa merasakan bagaimana cara pembuatannya. Wisata ini sering disebut wisata pengalaman. Kita jual produk dan jual atraksinya,” ujar Kwintarto.
Untuk mengembangkan layanan pariwisata ini, kata dia, tidak cukup hanya di Dinas Pariwisata namun juga buuh keterlibatan instansi lain. Misalnya Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) dalam pembangunan insfrastruktur menuju objek wisata; Dinas Koperasi dan UKM yang membidangi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah; dan Dinas Komunikasi dan Informatika dalam mempermudah layanan pariwisata; Dinas Lingkungan Hidup terkait kebersihan lokasi wsiata; dan Satpol PP terkait menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan.
Bupati Bantul Suharsono mengatakan pembangunan di Bantul tahun 2021 meletakkan sektor pariwisata sebagai lokomotif pembangunan daerah. Selain itu juga perlu upaya transformasi ekonomi melalui pengembangan pusat pertumbuhan baru dan penyelenggaraan kegiatan yang dikemas secara spektakuler.
Suharsono juga mengingatkan bahwa dari hasil evaluasi kinerja 2019 lalu, permasalahan kemiskinan, ketimpangan pendapatan serta daya saing perekonomian, menjadi catatan penting untuk terus diupayakan penanganannya secara optimal, sehingga semua OPD dituntut untuk bekerja lebih keras. Ia juga meminta semua OPD melakukan terobosan-terobosan dalam pembangunan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.
“Saya mengharapkan adanya informasi dan ide-ide cemerlang dari desa maupun kecamatan, sebagai masukan, khususnya dalam cara kita menurunkan angka kemiskinan, penanganan pengangguran serta melakukan transformasi ekonomi,” kata Suharsono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astra Motor Jombor gelar servis gratis untuk wartawan Harian Jogja dalam rangka Hari Pers Nasional 2026.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.