Tahun Depan, Fokus Pembangunan Bantul di Bidang Pariwisata

Gumuk pasir di Pantai Parangtritis. - IST/Humas Pemkab Bantul
19 Februari 2020 03:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul menjadikan pariwisata sebagai lokomotif pembangunan di tahun depan. Semua organisasi perangkat daerah diharapkan dalam menyusun program kerja dapat dihubungkan dengan dunia pariwisata.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul, Isa Budi Hartomo mengatakan pariwisata merupakan sektor yang paling cepat daya ungkitnya dalam pembangunan ekonomi di Bantul berdasarkan hasil analisis instansinya bersama sejumlah lembaga.

Bahkan dunia pariwisata akan menjadi ujung tombak perekonomian yang dimulai sejak 2021 mendatang. “Maka seluruh kegiatan OPD harus dikaitkan dengan wisata,” kata Isa, seusai menyampaikan arahan dalam Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan tingkat kecamatan di Kecamatan Jetis, Selasa (18/2/2020).

Isa mengatakan pariwisata tidak hanya berbicara soal jumlah kunjungan dan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD), namun juga efek dominonya di masyarakat, mulai dari kulinernya, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). “Kemiskinan dan ketimpangan bisa bisa diatasi dari sektor pariwisata. Jadi pariwisata ini bisa menjadi lokomotif pembangunan daerah,” ujar Isa.

Senada, Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan target PAD dari sektor pariwisata tahun ini sebesar Rp32 miliar. Nilai tersebut baru terhitung dari retribusi objek wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten Bantul. Belum termasuk objek wisata yang dikelola masyarakat, dan instansi lain seperti Kebun Buah Mangunan yang dikelola Dinas Pertanian Pangan, Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Bantul.

Meski baru menyumbang 10% dari total PAD Bantul, namun Kwintarto meyakini dapat mendongkrak perekonomian masyarakat. Saat ini, kata dia, sudah banyak objek wisata yang dikelola masyarakat. selain itu warga juga terlibat dalam mengelola parkir, hingga menjajakan kuliner khas sekitar.

Saat ini pihaknya juga terus berupaya agra wisatawan yang datang ke Bantuk tidak hanya dapat menikmati suasana alamnya, namun juga atraksinya, mulait dari atraksi budaya, sejarah, kuliner dan olahraga.

“Bahkan wisatawan tidak hanya dapat membeli oleh-oleh khas Bantul, namun juga bisa bisa merasakan bagaimana cara pembuatannya. Wisata ini sering disebut wisata pengalaman. Kita jual produk dan jual atraksinya,” ujar Kwintarto.

Untuk mengembangkan layanan pariwisata ini, kata dia, tidak cukup hanya di Dinas Pariwisata namun juga buuh keterlibatan instansi lain. Misalnya Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) dalam pembangunan insfrastruktur menuju objek wisata; Dinas Koperasi dan UKM yang membidangi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah; dan Dinas Komunikasi dan Informatika dalam mempermudah layanan pariwisata; Dinas Lingkungan Hidup terkait kebersihan lokasi wsiata; dan Satpol PP terkait menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan.

Bupati Bantul Suharsono mengatakan pembangunan di Bantul tahun 2021 meletakkan sektor pariwisata sebagai lokomotif pembangunan daerah. Selain itu juga perlu upaya transformasi ekonomi melalui pengembangan pusat pertumbuhan baru dan penyelenggaraan kegiatan yang dikemas secara spektakuler.

Suharsono juga mengingatkan bahwa dari hasil evaluasi kinerja 2019 lalu, permasalahan kemiskinan, ketimpangan pendapatan serta daya saing perekonomian, menjadi catatan penting untuk terus diupayakan penanganannya secara optimal, sehingga semua OPD dituntut untuk bekerja lebih keras. Ia juga meminta semua OPD melakukan terobosan-terobosan dalam pembangunan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

“Saya mengharapkan adanya informasi dan ide-ide cemerlang dari desa maupun kecamatan, sebagai masukan, khususnya dalam cara kita menurunkan angka kemiskinan, penanganan pengangguran serta melakukan transformasi ekonomi,” kata Suharsono.