Tim Balap Mobil UNY Berlaga di Sejumlah Negara

Salah satu mobil balap yang akan digunakan oleh Tim Garuda UNY berlaga di kancah internasional, ditampilkan di halaman Griya Harian Jogja, Kamis (27/2/2020).-Harian Jogja - Rahmat Jiwandono
27 Februari 2020 22:37 WIB Rahmat Jiwandono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Mahasiswa yang tergabung dalam Tim Garuda Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) akan berlaga dalam ajang balapan mobil di sejumlah negara. Tim balap ini akan berkompetisi di Malaysia, Inggris, dan Korea Selatan.

Ketua Tim Manajer Garuda UNY Ahmad Yoga Pradana mengatakan timnya akan mengikuti Shell Eco Marathon (SEM) di Malaysia 1-5 Juni mendatang. Garuda UNY mengincar posisi tiga besar dalam turnamen itu.

"Nanti tim yang masuk tiga besar berhak mengikuti lomba balap di London, Inggris," kata Yoga saat berkunjung ke Griya Harian Jogja, Kamis (27/2/2020).

Menurut dia ada dua kategori yang diincar yaitu kategori mileage dan driver world championship (DWC). "Kami incar juara satu untuk dua kategori itu," jelasnya.

Yoga optimistis bisa melenggang ke London dan meraih juara satu. Balapan di Inggris akan dilaksanakan pada 27 Juni 2020.

"Kompetitor kami tidak hanya negara dari Asia saja, tapi dari seluruh dunia," katanya.

Selain itu timnya juga akan tampil di Korea Selatan. Untuk di Negeri Ginseng tersebut terdapat tiga kategori yang diperlombakan seperti gymkhana, manuver, dan endurance atau daya tahan kendaraan. "Mobil yang ada di lintasan akan mengitari sirkuit Gyeonggi sebanyak 16 lap," ujar dia.

Ada tiga mobil yang dipersiapkan untuk tampil di tiga negara tersebut. Dua mobil menggunakan bahan bakar minyak dan satu mobil lainnya memakai sumber daya listrik.

"Untuk mobil listrik dibawa ke Korea Selatan," kata dia. Upaya yang dilakukan oleh timnya untuk lolos di tiga besar di Malaysia ialah menurunkan bobot kendaraan. Sebab kendaraan mengacu pada power weight ratio. "Semakin ringan kendaraan maka berbanding lurus dengan performa kendaraan," katanya.

Ia menambahkan penurunan bobot mobil dimulai dari mendesain ulang bodi baru seberat enam kilogram. Itu belum termasuk ditambahi penguat bodi. "Kami usahakan tidak sampai 10 kilogram beratnya," katanya.

Untuk aspek mesin juga diturunkan tanpa mengurangi kekuatannya.