Angin Kencang Hajar Sejumlah Titik di Sleman

Sukarelawan kebencanaan mengevakuasi pohon tumbang di wilayah Tempel, Jumat (28/2/2020). - Istimewa/BPBD Sleman
28 Februari 2020 22:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Hujan lebat disertai petir dan angin kencang kembali melanda wilayah Sleman, Jumat (28/2/2020). Akibatnya sejumlah kerusakan terjadi di beberapa titik yang tersebar di empat kecamatan, yakni Sleman, Ngaglik, Pakem, Tempel, dan Turi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Makwan mengatakan berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) BPBD Sleman, sejumlah pohon tumbang dan merusak sejumlah rumah serta fasilitas umum.

Di Desa Trimulyo, Kecamatan Sleman, misalnya, pohon tumbang menimpa jaringan listrik, jaringan telekomunikasi serta menutup jalan. Selain itu, beberapa rumah warga juga rusak akibat tertimpa pohon.

Selain di Trimulyo, pohon tumbang juga terjadi di Desa Triharjo, Kecamatan Sleman. Tak hanya sempat menutup akses penghubung antara Dusun Temulawak dan Sidomulyo, pohon tumbang juga merusak rumah warga di RT 4 RW 03 Triharjo. “Di Desa Pandowoharjo, dua buah pohon ambruk menimpa rumah warga. Rusak ringan. Tidak ada korban luka maupun jiwa," katanya, Jumat.

Makwan menambahkan di Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, sejumlah pohon tumbang juga sempat menutup jalan kampung dan merusak rumah warga. Pohon tumbang yang terjadi di SD Negeri Brengosan 1 hanya berdampak pada kerusakan ringan. "Sebuah warung dan kandang milik warga juga rusak akibat pohon dan angin kencang. Di Desa Sardonoharjo ada beberapa pohon yang tumbang menimpa jaringan listrik," katanya.

Sementara di Kecamatan Pakem dan Turi, kejadian pohon tumbang hanya menimpa jaringan listrik dan menutup akses jalan. Semua pohon yang tumbang sudah dievakuasi oleh para relawan kebencanaan yang dibantu oleh warga. "Di wilayah Sleman intensitas hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir mengalami peningkatan. Kami tetap mengimbau kepada masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi bencana," katanya.

Angin Baratan

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Iklim (Staklim) Mlati, Reni Kraningtyas menjelaskan hujan yang melanda DIY disebabkan oleh adanya angin muson barat (angin baratan). Kondisi ini terjadi karena wilayah DIY memasuki puncak musim hujan.

Dia menjelaskan usim angin baratan merupakan angin yang berhembus dari Benua Asia ke Benua Australia dan mengandung curah hujan yang banyak di Indonesia bagian Barat. Kondisi ini juga berdampak pada wilayah perairan pantai Selatan. "Jadi angin baratan ini tidak hanya perlu diwaspadai oleh warga di daratan tetapi juga di pantai Selatan," kata Reni.