Tak Lagi di Masjid Gedhe Kauman, Pemindahan Lokasi Acara Harlah NU Sesuai Dhawuh Kiai

Ilustrasi Masjid Gedhe Kauman. - Galih Yoga Wicaksono.
02 Maret 2020 17:57 WIB Bhekti Suryani Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Acara pengajian akbar peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-94 Nahdlatul Ulama (NU) batal digelar di Masjid Gedhe Kauman kota Jogja.

Panitia memindahkan lokasi acara setelah mendapat penolakan dari organisasi pemuda Muhammadiyah Kota Jogja.

Ketua Panitia Acara peringatan ke-94 Harlah NU, Sofwan, menyatakan mmeindahkan lokasi acara dengan sejumlah pertimbangan.

Antara lain demi kebaikan bersama. "Niat kami menyelenggarakan acara itu adalah untuk kebaikan, tujuan kami adalah menjalin silaturahim kepada semua komponen umat Islam termasuk Muhammadiyah untuk bersama-sama bergandengan tangan dalam berdakwah, tidak lain dari itu . Maka kalau ada respons yg justru menjauhkan dari niat awal kami ya kami harus kami hindarkan ," kata Sofwan kepada Harianjogja.com, Senin (2/3/2020).

Menurutnya, keputusan itu sudah berdasarkan saran para kiayi NU.

"Tentu kami selalu berkomunikasi dengan para kiai,dan beliau-beliau tentu selalu menekankan kepada kami agar selalu memegang prinsip menghindari kesulitan atau bahaya atau sejenisnya itu harus didahulukan daripada mendapatkan kebaikan. Artinya kalau tujuan baik itu terdapat kemudharatan maka harus dicari alternatif lain yang tanpa mudharat," jelas Sofwan.

Sebelumnya Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Jogja mengeluarkan surat berisi imbauan agar peringatan ke-94 Harlah NU tidak diadakan di Kauman.

Melalui surat yang dikirimkan kepada Kapolda DIY, Kapolresta Jogja, Kapolsek Gondomanan, Wali Kota Jogja, Ketua DPRD Jogja, Pimpinan Cabang NU Jogja, Takmir Masjid Gedhe Kauman, dan media massa; Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Jogja Sholahuddin Zuhri mengatakan imbauan itu didasarkan atas beberapa pertimbangan, yakni kontroversi yang pernah ditimbulkan Gus Muwafiq beberapa waktu lalu dan penolakan warga Kauman yang mayoritas Muhammadiyah atas rencana peringatan Harlah NU di wilayah tersebut.

“Agar perayaan harlah berjalan kondusif, selayaknya [perayaan harlah] diselenggarakan di tempat yang tidak menimbulkan kontroversi,” kata Sholahuddin dalam surat tersebut.