Hujan Lokal Sebabkan Banjir di Sleman

Ilustrasi. - Solopos/Sunaryo Haryo Bayu
04 Maret 2020 06:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Hujan deras yang mengguyur wilayah Sleman menimbulkan banjir di sejumlah titik. Warga di bantaran sungai yang berhulu Merapi diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan mengatakan tingginya intensitas hujan berdampak pada jebolnya sebuah bandung di Kali Pelang, Ngabean Kulon, Sinduharjo, Ngaglik. Bendung Ngabean Kulon (SMK Piri Sleman) jebol. "Bendung itu bangunan yang melintang di sungai, jebol separuh, hanyut dibawa air sungai. Beberapa rumah yang ada di pinggiran sungai juga terancam," kata Makwan saat dihubungi Harian Jogja, Selasa (2/3/2020).

Akibat jebolnya bendung tersebut, tebing sungai Kali Pelang tergerus menyebabkan satu gardu pos ronda milik warga hanyut terbawa arus. Bahkan tebing bangunan sebuah sanggar seni orang yang berdekatan dengan Kali Pelang juga ambrol. "Di Grinjing, Pabringan, Caturtunggal, luapan Kali Gajahwong merendam 10 rumah warga. Tingginya sekitar 25 cm saja, tidak menimbulkan kerusakan," katanya.

Makwan mengatakan, khusus di persimpangan Kamdanen, Sariharjo, Ngaglik, ketinggian air kurang lebih 50 cm. Jalan tersebut hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua saja. "Sebagian jalan yang dari arah Timur (jalan Kapten Haryadi) ditutup. Di lokasi ini memang sering terjadi luapan air hujan jika di bagian hulu intensitas hujan yang turun tinggi," katanya.

Selain jalan Palagan, beberapa titik jalan juga mengalami banjir. Seperti di sekitar Barak Koripan Tirtomartani Kalasan, Gandok Minomartani Ngaglik, Jalan Kalangan Km 9 Rejodani, dan juga Jalan Kaliurang Km 12. Masjid Mbaransari depan Pasar Gentan Sinduharjo Ngaglik, air sampai serambi masjid. "Iya itu air sampai masuk ke dalam Masjid," katanya.

Dampak banjir juga menyebabkan pagar rumah di Ngetiran RT 02 RW 5 Sariharjo Ngaglik roboh. Di Sono Malangrejo RT 01 RW 32 Wedomartani Ngemplak, kata Makwan, gorong-gorong ambles sehingga menyebabkan satu rumah warga terdampak. "Kami menerima laporan ada dua mobil yang hanyut, masih dalam proses penanganan," katanya.

Makwan mengatakan, penyebab utama banjir di sejumlah lokasi tersebut karena intensitas hujan yang turun sangat tinggi. Dia berharap agar masyarakat terutama warga yang tinggal di bantaran kali atau sungai untuk meningkatkan kesiapsiagaan. "Ini hujan lokal. Apalagi BMKG sudah memberikan peringatan dini terhadap potensi hujan lebat hingga 7 Maret mendatang," katanya.

Terpisah, Kepala Staklim Mlati BMKG Reni Kraningtyas menjelaskan curah hujan yang terjadi pada Selasa (2/3/2020) tergolong tinggi. BMKG mencatat, curah hujan yang terjadi antara jam 15.00 - 17.00 WIB untuk Sleman 48.1 mm, Ngaglik 46.8 mm, Tridadi 34.7 mm, Sariharjo 42.9 mm dan Mlati 39.5 mm. "Ini termasuk hujan lebat," katanya.

Reni mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap cuaca ekstrim yang berpotensi terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan petir. Potensi hujan yang tinggi juga bisa menimbulkan banjir dan banjir bandang. "Karena potensi terjadi cuaca ekstrim masih dapat terjadi selama Maret ini. Update terus info BMKG agar masyarakat bisa mengantisipasi jika terjadi cuaca ekstrim," kata Reni.