RSU Mitra Paramedika Ajak Warga KB Gratis

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun (berkacamata) memasangkan implant pada salah satu peserta KB gratis di RSU Mitra Paramedika, Kamis (5/3/2020). - Ist
07 Maret 2020 17:47 WIB Media Digital Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Rumah Sakit Umum (RSU) Mitra Paramedika bekerjasama dengan Pemkab Sleman melalui Badan P3AP2KB menggelar bakti sosial pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim atau intra uterine device (IUD) dan implant gratis, Kamis (5/3/2020).

Baksos penunjang program keluarga berencana (KB) itu sekaligus menjadi partisipasi RSU Mitra Paramedika untuk turut menyongsong peringatan hari jadi ke-104 tahun Kabupaten Sleman, 15 Mei mendatang.

Direktur RSU Mitra Paramedika dr. Ichsan Priyotomo mengungkapkan, baksos yang dilakukan mencakup dua hal, yakni pemasangan dan pelepasan IUD dan implant. Semuanya tergantung kebutuhan para warga yang ingin memanfaatkan layanan gratis ini. Selain KB gratis sejumlah peserta juga memanfaatkan layanan periksa deteksi dini kanker serviks atau papsmear yang juga tanpa dipungut biaya.

"Ini salah satu upaya kami untuk mendukung program KB yang telah dicanangkan pemerintah. Sekaligus ini juga untuk membantu langkah Pemerintah Kabupaten Sleman yang sedang gencar menggiatkan program KB dan keseharan reproduksi," ujarnya di sela-sela berlangsungnya acara.

Ichsan menjelaskan program tersebut sejauh ini rutin dilakukan setiap tahun sekali. Dalam baksos kemarin berhasil didapatkan 72 aseptor KB. Perinciannya 38 peserta memilih implant dan 34 orang memilih IUD. Sementara yang melakukan papsmear sebanyak 20 orang.

Dalam kesempatan itu juga berlangsung dialog interaktif pemahaman tentang pasang-cabut implant dan IUD serta pentingnya papsmear.

Sejumlah peserta yang belum awam tentang implant dan IUD mencoba bertanya tentang sisi keamanan penggunaan dua alat kontrasepsi bagi kaum perempuan itu.

Dokter RSU Mitra Paramedika. Nur Amini, dengan sabar mencoba menjawab pertanyaan yang ditujukan oleh para kader dan aseptor KB.

Menurutnya, implant dan IUD memiliki masa berlaku bisa ditanam dalam tubuh. Adapun IUD yang ditanam di tubuh menurut dia bisa bertahan hingga tujuh tahun. Setelah masa itu harus dilepas. Sementara untuk yang implan bisa ditanam hingga waktu tiga sampai empat tahun.

Pelaksanaan baksos KB gratis yang terselenggara rutin itu pun selalu mendapatkan animo dari masyarakat. Pemerintah Kabupaten Sleman mengakui baksos KB gratis turut berperan menekan jumlah angka kelahiran di wilayah tersebut.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun pun datang meninjau langsung pelaksanaan baksos KB gratis itu. Orang nomor dua di Kota Sembada itu bahkan turut melakukan lepas pasang implant kepada salah satu peserta.

Sri berharap perhatian RSU Mitra Paramedika lewat baksos KB gratis terus dilakukan secara rutin sehingga bisa membantu serta mengedukasi warga tentang pentingnya ber-KB.

"Ini sudah ketiga kalinya saya berkunjung ke rumah sakit ini dalam kegiatan yang sama. Pemerintah Kabupaten Sleman mengucapkan terima kasih karena kegiatan seperti ini sangat membantu dalam mengendalikan jumlah angka kelahiran," ujar Sri.

Lebih lanjut Sri berharap kesadaran ber-KB tidak hanya dilakukan para istri. Para suami seharusnya juga bisa aktif nenjadi aseptor KB melalui beberapa metode medis yang sudah teruji efektifitas dan keamanannya.