Pencuri Keyboard di Gereja Brosot Pinjam Kunci ke Pengelola, Berdalih Mau Ibadah

Lokasi keyboard yang telah dicuri di Gereja Santa Theresia, Kalurahan Brosot, Kapanewon Galur, Senin (9/3/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
09 Maret 2020 15:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Pencurian sebuah alat musik jenis keyboard terjadi di Gereja Santa Theresia, Kalurahan Brosot, Kapanewon Galur. Pelaku bahkan terekam circuit closed television (CCTV).

Alat musik senilai Rp15 juta yang biasa digunakan untuk mengiringi peribadatan misa itu digondol maling pada Minggu (8/3/2020).

Berdasarkan hasil rekaman CCTV, diketahui pelaku berjumlah dua orang, masing-masing berjenis kelamin perempuan dan laki-laki. Pelaku perempuan memakai kaos biru dan celana pendek jeans biru, sementara pelaku laki-laki mengenakan kaos putih dan celana panjang warna hitam. Kedua pelaku juga membawa mobil merek Avanza warna hitam dengan plat nomor B. Mobil tersebut diparkirkan di halaman gereja.

Dari rekaman itu juga diketahui aksi pencurian berlangsung sekira pukul 14.00 WIB. Turun dari mobil, pelaku laki-laki berusia sekitar 50 tahun itu sempat berjalan ke salah satu rumah yang berada tepat di depan gereja. Rumah tersebut diketahui milik Warinah, yang telah ditugaskan pengurus gereja menjadi pemegang kunci Gereja Santa Theresia.

Usai dari rumah Warinah, pelaku laki-laki itu nampak memasuki gereja lewat pintu depan. Tak berselang, pelaku keluar lewat pintu belakang dengan telah membawa sebuah keyboard warna hitam yang dipanggul di atas pundak. Sementara pelaku perempuan yang sedari tadi menunggu di teras samping gereja langsung masuk ke dalam mobil.

Sementara itu Warinah, saat ditemui di kediamannya mengaku telah meminjamkan kunci gereja kepada dua pelaku. Warinah tak berpikiran macam-macam karena pelaku beralasan meminjam kunci itu untuk bisa menunaikan ibadah di dalam gereja. "Yang minjam ke sini yang laki-laki, katanya mau izin ibadah," ujar Warinah.

Meski begitu, Warinah mengaku tetap waspada. Ia kemudian membangun sang suami untuk bersama-sama mengawasi gerak-gerik kedua pelaku tersebut dari teras depan rumahnya yang langsung menghadap ke gereja. "Tapi saya tidak liat mereka bawa keyboard, mungkin pas sudah dimasukkan ke dalam mobil," tuturnya.

Setelah kunci dikembalikan, pelaku laki-laki kata Warinah sempat berbincang dengannya dan suaminya di dalam rumah. Dalam perbincangan itu, pelaku mengaku sudah beberapa kali datang ke gereja ini, namun Warinah tidak kenal sama sekali dengan pelaku tersebut.

"Sok akrab begitu, bilang udah pernah beberapa ke sini dan katanya dulu sempat ngobrol sama suami saya, tapi pas saya tanya namanya, dia [pelaku laki-laki] gak mau nyebut," ucapnya. Usai obrolan tersebut, pelaku kemudian pamit untuk pergi.

Kapolsek Galur, Kompol Sutikno membenarkan peristiwa tersebut. Untuk saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan bersama Polres Kulonprogo. Bukti berupa rekaman CCTV juga akan diperiksa untuk mengindentifikasi ciri-ciri pelaku.

"Sekarang masih kami selidiki, semoga dengan adanya bukti rekaman CCTV bisa membantu melacak pelaku," ucapnya.