Disdik Sleman Segera Cek Kesiapan Sekolah Hadapi Covid-19

Ilustrasi mencuci tangan. - REUTERS/Mariana Bazo
10 Maret 2020 05:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona, Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman sudah mewanti-wanti sekolah untuk meningkatkan kegiatan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah.

Plt Kepala Disdik Sleman Arif Haryono mengatakan kegiatan PHBS seperti protokol penanganan Covid-19 di lembaga pendidikan khususnya sekolah-sekolah negeri sudah dilakukan. Bahkan selama ini sekolah juga menerapkan Germas (gerakan masyarakat sehat) jauh sebelum virus ini terjadi.

"Makanya di sekolah-sekolah sudah disediakan sarana untuk cuci tangan dengan sabun, ini sudah menjadi kebiasaan siswa-siswi di sekolah selama ini," katanya, Senin (9/3/2020).

Berbekal kebiasaan tersebut, katanya, Disdik tinggal mengingatkan kembali sekolah-sekolah terkait kegiatan Germas dan PHBS tersebut untuk menghadapi Covid-19. "Komunikasi langsung mau lakukan dengan para kepala sekolah, termasuk melalui group-group Whatsapp, termasuk menyebarkan protokol penanganan Corona di sekolah," katanya.

Meski begitu, lanjut Arif, Disdik belum melakukan cek ke lapangan terkait kesiapan sekolah menghadapi Covid-19. Yang jelas, katanya, koordinasi sudah dilakukan tidak hanya dengan sekolah-sekolah tetapi juga dengan instansi lainnya. "Ya secepatnya kami cek ke lapangan. Tapi kami yakini sekolah sudah memahami protokol tersebut dan diterapkan," katanya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman Sulton Fatoni mengatakan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona Dishub menyediakan cairan antiseptik (hand sanitizer) di terminal yang berada di Sleman. Selain di terminal Condongcatur, fasilitas yang sama juga tersedia di Terminal Pakem, Gamping dan Terminal Prambanan.

Pemberian fasilitas tersebut, kata Sulton, untuk menindaklanjuti instruksi Bupati Sleman agar fasilitas-fasilitas umum menyediakan ‘hand sanitizer’. "Kami berharap fasilitas ini bisa dimanfaatkan oleh berpenumpang dan awak angkutan umum untuk mengantisipasi merebaknya virus Corona," katanya.

Meski hanya menyediakan fasilitas tersebut, lanjut Sulton, Dishub tidak melakukan pemantauan atau pengawasan terhadap pergerakan penumpang. Pengawasan tersebut hanya dilakukan di bandara khususnya bagi penerbangan dari luar negeri. "Untuk di terminal angkutan umum belum ada pengawasan atau pemantauan," katanya.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19), Bupati Sleman Sri Purnomo memang mengintruksikan agar fasilitas umum seperti pasar dan terminal akan dilengkapi dengan hand sanitizer. Masyarakat diharapkan bisa memanfaatkan fasilitas tersebut.

Penyediaan fasilitas hand sanitizer tersebut, kata Sri, salah satu upaya Pemkab untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona. "Tidak hanya di terminal, pasar-pasar dan fasilitas umum lainnya juga akan disediakan. Masalah anggaran sudah disiapkan," katanya.

Pemkab juga akan mengoptimalkan Germas yang selama ini sudah terbangun di tengah-tengah warga. Selama ini, sosialisasi mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS) juga sering dilakukan oleh petugas Puskesmas. "Kebiasaan PHBS sebenarnya sudah dilakukan tinggal dioptimalkan lagi karena adanya kasus Corona ini. Sosialisasi di terminal, pasar dan lokasi lainnya juga akan kami tingkatkan," katanya.

Sosialisasi ke masyarakat akan melibatkan petugas Dinas Kesehatan (Dinkes), puskesmas, dan kecamatan. Sri berharap agar masyarakat tidak perlu resah dengan wabah Corona ini namun harus tetap mewaspadainya. "Kuncinya sebenarnya pada penerapan PHBS dan Germas, itu saja," kata Sri.