Pemkab Mulai Gelar Sosialiasi Proyek Pembangunan TPST Tambakboyo

Warga mengelola sampah di lahan milik BUM-Des Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Kamis (13/2/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
13 Maret 2020 20:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman membangun tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Tambakboyo, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok terus dilakukan. Sosialisasi tahap awal saat ini sudah dilakukan Pemkab kepada warga setempat.

Kepala DLH Sleman Dwi Anta Sudibya mengatakan DLH sudah melakukan sosialisasi kepada warga sekitar Tambakboyo terkait dengan rencana pembangunan TPST. Lokasi tersebut dipilih karena Tambakboyo sebelumnya menjadi Lokasi Daur Ulang Sampah (LDUS). Jika nanti menjadi TPST maka selain aktivitas transit sampah di lokasi tersebut terdapat juga akan dilakukan aktivitas pemilahan.

"Aktivitas di TPST nantinya berupa pemilahan, pendaurulangan, pengomposan, pemanfaatan kembali dan residu yang dihasilkan akan diolah dengan teknologi. Jadi yang akan dibuang ke TPA Piyungan diharapkan berupa residu," katanya, Jumat (13/3).

Dia menjelaskan, detailed engineering design (DED) TPST Tambakboyo sudah disusun pada 2018 lalu. Rencananya, saat awal beroperasi, TPST Tambakboyo mampu mengolah sampah 30-40 ton per hari. Sementara saat beroperasi optimal, jumlah sampah yang dikelola bisa mencapai 140 ton per hari.

Penggunaan teknologi yang akan disematkan berupa pembakaran dengan incinerator dan pengomposan. Sampah yang masuk dipilah lebih dulu menggunakan conveyor. "Dengan teknologi ini diharapkan dapat mengurangi sampah yang dibuang ke TPA menjadi sekitar hanya empat persen saja," katanya.

Menurutnya, Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) rencana pembangunan TPST Tambakboyo sudah melalui pembahasan sampai tingkat padukuhan. Dia berharap rencana pembangunan TPST mendapat dukungan dari masyarakat agar pembangunan dapat berjalan dengan baik.

Apalagi Pemkab sudah menjadikan rencana tersebut sebagai salah satu pembangunan yang diprioritaskan pada 2021 mendatang. "Jika menjadi TPST, pemulung yang beraktivitas di sana dapat diberdayakan menjadi pemilah sampah," katanya.

Sosialisasi Pertama

Sosialisasi dilakukan sebagai salah satu syarat untuk pengajuan perijinan pemanfaatan tanah kas desa di Desa Condongcatur sebagai syarat Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pembangunan TPST Tambakboyo.

Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji mengatakan sosialisasi tersebut diharapkan dapat memberi pemahaman bagi warga dan perangkat desa terkait rencana pembangunan TPST Tambakboyo. Termasuk jenis pengolahan dan teknologi yang akan digunakan. "Ini masih sosialisasi pertama. Masih ada sosialisasi kedua yang akan digelar akhir bulan ini. Jadi belum sampai pada masalah persetujuan warga," katanya.

Menurut Reno, rencana pembangunan TPST tersebut berada di atas lahan tanah kas desa. Lahan yang akan digunakan rencananya seluas 5.000 meter persegi. "Pada sosialisasi kedua nanti, warga akan menyampaikan pendapatnya terkait rencana pembangunan tersebut," katanya.