RSUD Wates Tutup Akses Pembesuk

Ilustrasi. - Antara
15 Maret 2020 13:07 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES - Sejak Minggu (15/3/2020) pagi, di beberapa grup media sosial di Kulonprogo beredar informasi mengenai larangan membesuk pasien di RSUD Wates untuk menjaga kesehatan masyarakat dalam situasi pandemi Covid-19.

Saat dikonfirmasi Harian Jogja, Direktur RSUD Wates Lies Indriyati membenarkan hal tersebut. Meskipun hingga hari ini di RSUD Wates belum terbukti ada yang positif terjangkit Covid-19, namun upaya preventif seperti ini dirasa diperlukan.

"Iya, memang benar begitu. Untuk menjaga kesehatan masyarakat. Di RSUD Wates belum ada yang Corona. Tapi kita nggak tahu kan, sudah meluas begini, maka kita menjaga. Beberapa rumah sakit lain juga sudah begitu," kata Lies ketika dihubungi melalui sambungan telepon.

Selain pelarangan bagi pembesuk, RSUD Wates juga membatasi pasien yang dirawat inap untuk hanya ditunggui satu sampai dua orang saja secara bergantian. Kebijakan ini berlaku mulai hari ini, Minggu (15/3/2020).

Lies menjelaskan hal ini menjadi langkah pencegahan lantaran kondisi selasar rumah sakit seringkali dipenuhi pembesuk dan keluarga penunggu pasien. Keramaian itu diwaspadai punya tingkat penularan yang tinggi. Kondisi ini tak lepas dari status KLB yang sudah ditetapkan di Surakarta kemarin.

"Keadaan sekarang di selasar RS kan penularannya tinggi. Kalau salah satu ada yang kena, kita enggak ngerti. Karena Solo sudah kena, ini cepat sekali jadi untuk melindungi masyarakat juga," katanya.

Sementara itu, rumah sakit ini juga sudah membentuk tim penanganan Covid-19. Juru bicara RSUD Wates untuk penanganan Covid-19, dr. Albertus Sunuwata Triprasetya menjelaskan rumah sakit ini siap jika kelak akan menerima pasien dengan keluhan mengarah ke coronavirus.

"Sekarang kami sudah punya [VTM dan triple packaging untuk pengambilan spesimen pasien dalam pengawasan]. Kami juga sudah siapkan dua ruang isolasi, rencananya nanti enam," ujar Sunu. Otoritas rumah sakit ini juga tengah mengajukan penambahan alat pelindung diri lainnya seperti kacamata goggle dan gaun disposable ke Dinas Kesehatan DIY.

Dikatakannya kini RSUD Wates tidak merawat pasien dengan gejala mengarah ke Corona. Sebelumnya, rumah sakit ini sempat merawat pasien dalam pengawasan yang kemudian dirujuk ke RSUP dr. Sardjito beberapa waktu lalu dan memulangkan satu orang dalam pemantauan.