Pulang dari Bali, Ratusan Siswa & Guru 2 Sekolah di Bantul Diminta Mengisolasi Diri 14 Hari

Seorang pengunjung menggunakan gel pembersih tangan saat mengunjungi Galeria Mall, Jogja, Kamis (05/03/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto
18 Maret 2020 13:07 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mengecek kesehatan terhadap ratusan siswa dan guru dari dua sekolah yang baru pulang studi wisata dari Bali.

Para siswa dan guru tersebut juga diminta mengisolasi diri selama 14 hari ke depan dan dan diminta memeriksakan diri ke fasilitas ke sehatan terdekat jika merasakan gejala Covid-19.

"Yang perjalanan ke Bali sudah ditangani. Kami lakukan aktif pemeriksaan berdasarkan permintaan monitor suhu ke semua yang melakukan perjalanan sampai ke gurunya," kata Juru Bicara Penanganan Covid-19 Wilayah Bantul, Tri Wahyu Joko Santoso, Rabu (18/3).

Berdasarkan informasi dua sekolah tersebut adalah SMAN 1 Kasihan dan SMKN 2 Kasihan atau biasa dikenal dengan Sekolah Musik (SMM). Rombongan SMAN 1 Kasihan baru saja pulang pada Rabu (18/3/2020) dini hari. Sementara rombongan SMM pulang pada Senin (16/3/2020) dini hari.

Tri Wahyu mengatakan total ada 184 siswa, guru dan kru bus yang diperiksa pada Senin lalu. Sedangkan pemeriksaan pada Rabu sebanyak 197 siswa, guru dan kru bus. Pemeriksaan itu dilakukan di halaman sekolah masing-masing atas permintaan langsung pihak sekolah.

Pihaknya juga meminta semua pihak yang melakukan perjalanan ke Bali tersebut untuk sementara mengisolasi diri di rumah selama 14 hari. "Kalau merasakan keluhan batuk, flu, dan sakit tenggorokan selama masa self monitoring agar segera memeriksakan diri ke layanan kesehatan terdekat," ujar Tri Wahyu.

Pria yang akrab disapa dokter Oky tersebut mengatakan bahwa pemeriksaan kesehatan terhadap siswa dan guru dua sekolah sebagai bagian dari protokol kesehatan dalam penanganan wabah virus Corona yang tengah melanda sejumlah wilayah. Termasuk isolasi diri selama 14 hari merupakan protokol kesehatan.

Wakil Kepala SMKN 2 Kasihan Bidang Kurikulum, Rochma Kartianingsih mengatakan 184 siswa, guru, dan kru yang berangkat ke Bali dalam rangka tur konser. Mereka berangkat sejak Rabu pekan lalu hingga Senin pekan ini atau selama sekitar lima hari, mengenakan lima bus, "Tur konser ini kerja sama dengan RRI dan ISI Denpasar, " kata dia.

Menurut Rochma tur konser tersebut sudah diagendakan sejak jauh hari atau sejak pertengahan tahun lalu. Agenda tersebut untuk pengalaman bagi siswanya. Pihaknya menyadari saat ini tengah mewabahnya virus Corona, karena itu sekolah memutuskan kunjungan tersebut tidak sampai berlama-lama.

Setelah selesai acara rombongan langsung diminta pulang. "Harusnya ada agenda jalan-jalan sehari tapi dibatalkan. Pulangnya dipercepat," ujar Rochma.

Sekolah juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Bantul untuk memeriksa kondisi kesehatan siswa dan guru usai perjalanan ke Bali tersebut.

Instruksi Bupati

Sebagaimana diketahui Bupati Bantul telah mengeluarkan instruksi Nomor 1/INSTR/20 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Risiko Penularan Infrksi Covid-19. Instruksi yang ditandatangani Bupati Bantul Suharsono itu dikeluarkan per 15 Maret lalu yang ditujukan kepada semua OPD di Bantul, intansi vertikal di Bantul, pimpinan BUMN dan BUMD, camat, dan kepala desa se-Bantul.

Ada tujuh poin dalam instruksi tersebut. Pada poin pertama diktum kesatu Bupati mengajak kepada semua komponen masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan infeksi Covid-19 dengan melakukan berbagai kegiatan di antaranya menjaga kebersihan lingkungan; membudayakan kebersihan diri seperti cuci tangan, muka, dan berkumur; menunda kegiatan mobilisasi massa misal senam massal, jalan sehat, car free day, hiburan, pengajian, outbond dan sejenisnya;

Selain itu Bupati juga meminta untuk menunda atau membatalkan kegiatan perjalanan dinas ke luar daerah; semua satuan kerja menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer di lingkungan kerja; dan melakukan disinfektan pada lingkungan kerja.

Sementara pada poin kedua instruksi titujukan kepada satuan kerja Dinas Pendidikan Pemuda, dan Olahraga agar tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar seperti biasa dengan ketentuan sekolah menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer. "Satuan pendidikan menunda kegiatan yang bersifat massal seperti perkemahan, studi wisata, outbond dan sejenisnya," kata Suharsono. (Ujang Hasanudin)