Tidak Semua RS di Sleman Punya Ruang Isolasi Standar Covid-19

Seorang pengunjung diperiksa suhu tubuhnya menggunakan thermal scanner di pintu masuk RS Bhayangkara Jogja, Tirtomartani, Kalasan Sleman, Selasa (17/3/2020). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
18 Maret 2020 06:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Ruang isolasi rumah sakit tipe C dan B di wilayah Sleman berjumlah puluhan unit berdasarkan catatan dari Dinas Kesehatan Sleman. Oleh karena itu, penanganan awal pasien Covid-19 tidak harus langsung ditangani ke rumah sakit rujukan, RSUP Sardjito dan RSUD Panembahan Senopati Bantul.

Seperti halnya, RS Bhayangkara yang sudah menyiapkan satu tempat tidur yang terdapat di sebuah ruangan yang bertekanan negatif. Satu ruang isolasi yang dimiliki oleh RS Bhayangkara dikarenakan terbatasnya anggaran yang dimiliki oleh rumah sakit di bawah naungan Polri tersebut.

"Kami hanya punya satu ruang isolasi terdiri dari satu tempat tidur, hal tersebut karena kami [RS Bhayangkara] terbentur dengan anggaran, namun kami sudah komunikasikan ke pusat dan hasilnya Bapak Kapolri dan Kapusdokkes berharap dengan adanya dukungan anggaran RS Bhayangkara bisa menambah ruang isolasi," ujar Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Bhayangkara Jogja Kompol dr. Theresia Lindawati, Selasa (17/3/2020).

Upaya sosialisasi kepada tenaga medis dan juga pengunjung RS Bhayangkara juga dilakukan oleh Theresia dan jawatannya terkait dengan proteksi diri dari penyebaran Covid-19. Bahkan, setelah wilayah Jogja dinyatakan ada satu pasien positif Covid-19 ia langsung membentuk tim satgas tanggap bencana korona.

"Pasien tidak ada kunjungan, lalu pintu rawat inap dikunci karena SDM di RS Bhayangkara juga terbatas, jadi itu yang bisa dilakukan, pasien rawat inap juga hanya boleh ditemani oleh satu orang dan tidak boleh dijenguk, kebijakan tersebut tidak dibatasi dan akan terus berlaku sampai Covid-19 ini hilang," terangnya.

Sementara itu, Rumah Sakit Umum Pusat Angkatan Udara Dr. S Hardjolukito sampai saat ini sendiri belum mempunyai ruangan isolasi terhadap pasien suspect Covid-19.

"Kami belum memiliki ruangan isolasi standar penanganan Covid-19, kendala kami seperti kebanyakan rumah sakit yang belum memiliki standar Covid-19 adalah anggaran, kami tidak mungkin melakukan sulap langsung jadi ruangannya," ujar Letkol Kes Agung Riyadi selaku Kabag Humas RSPAU dr.S.Hardjolukito kepada Harianjogja.com, Selasa (17/3/2020).

Adapun, terkait dengan anggaran yang menjadi kendala bagi rumah sakit tipe A berdasarkan penilaian dari Kemenhan dan tipe B berdasarkan penilaian Kemenkes ini, lanjut Agung, ia dan jawatannya juga sudah berkoordinasi dengan pusat yakni Kemenhan, Mabes TNI, dan Mabes Angkatan Udara (AU).

"Dari kementerian pertahanan atau dari Mabes TNI, dan Mabes AU kita memang belum di set up untuk adanya ruangan itu (ruang isolasi standar Covid-19), tapi memang dengan adanya fenomena Covid-19 ini kami mencoba berkoordinasi dengan satuan atas dalam hal penyediaan sarana dan prasarananya, untuk penanganan Covid-19 memang yang siap RSPAD Gatot Soebroto," jelasnya.

Namun demikian, setelah dinyatakannya satu orang positif Covid-19 di Jogja ia dan jawatannya langsung mengambil sejumlah upaya. Diantaranya mengirim pasien Covid-19 ke RS rujukan dan memeriksa suhu tubuh setiap pengunjung yang masuk ke RSPAU Hardjolukito.

Kami (RSPAU Hardjolukito) akan kirim pasien terduga Covid-19 ke rumah sakit yang sudah di tunjuk oleh kemenkes RI. Dalam Hal ini RSUP dr.Sardjito dan RSUD Panembahan Senopati Bantul, namun sampai sejauh ini kami belum menerima pasien terduka corona, kami juga lakukan pemeriksaan suhu menggunakan thermo gun pada setiap pengunjung

Lebih lanjut, Agung dan jawatannya juga memberlakukan kebijakan pasien tidak di perkenankan untuk dikunjungi oleh siapapun, serta memberlakukan kebijakan yakni hanya dua orang saja yang sudah dilakukan pengecekan kesehatan sebelumnya yang dapat menunggu pasien rawat inap.

"Kami juga meniadakan kegiatan yg bersifat keramaian dan melakukan penyuluhan ke beberapa sekolah di lingkungan RSPAU serta satuan samping seperti Paskhas dan lainnya. Kami juga memberikan edukasi kepada para pengunjung RS akan pentingnya enam momen cuci tangan untuk menghindari penularan melalui edukasi langsung maupun beberapa pengumuman dengan media poster dan media cetak lainnya," tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Djoko Hastaryo mengatakan jumlah ruang isolasi rumah sakit tipe C dan B di wilayah Sleman jumlahnya puluhan unit. Dengan begitu, penanganan awal pasien Covud-19 tidak harus langsung ditangani ke rumah sakit rujukan, RSUP Sardjito dan RSUD Panembahan Senopati Bantul.

Djoko merinci, terdapat 14 ruang isolasi di semua rumah sakit tipe B di mana enam ruang isolasi di RSUD Sleman, empat ruang di JIH dan empat ruang isolasi RSA UGM. Jumlah tersebut belum termasuk ruang isolasi yang dimiliki rumah sakit tipe C. Seperti RSU Hermina, PKU Gamping, Panti Rini Kalasan, RS PDHI Kalasan dan RSUD Prambanan.

"Masing-masing rumah sakit tipe C ini memiliki minimal satu ruang isolasi. Jadi rumah sakit tidak boleh menolak pasien suspect Covid-19," katanya.