Sebelum Temukan Arca, si Penemu Mengaku Mimpi Didatangi Sosok Perempuan

Kepala BPCB DIY Zaimul Azzah (ketiga dari kanan) memberikan kompensasi kepada operator ekskavator sekaligus penemu arca, Yulianto (kaos putih) di di Balai Desa Widodomartani, Ngemplak, Sleman Rabu (18/3/2020). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
18 Maret 2020 15:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

SLEMAN—Penemu arca di area limbah kotoran sapi di Dusun Kalijeruk II, Desa Widodomartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman, akhir Januari lalu, menerima kompensasi dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY. Si penemu arca, Yulianto, warga Keningar, Kecamatan Dukun, Magelang, Jawa Tengah, mengaku memiliki firasat sebelum keesokan harinya dia menemukan arca tersebut.

Yulianto menemukan arca itu pada Selasa (28/1/2020) lalu. Ketika itu dia hendak mengeruk tanah di permukaan tiba tiba ia merasakan ada yang mengganjal. Setelah dilihat ternyata ia mengeruk sebuah arca. "Arca yang manusia sempat kena keruk di bagian tangan sebelah hingga patah, saya juga tidak tahu kalau itu arca karena tertutup rumput, lalu arcanya saya naikkan dan bersihkan, posisi arcanya saat ditemukan tidak tegak, tapi tertidur, saya juga ngiranya itu batu," kata dia ditemui seusai pemberian kompensasi di Balai Desa Widodomartani, Ngemplak, Sleman Rabu (18/3/2020).

Dia mengaku sehari sebelum mengeruk tanah di Dusun Kalijeruk, Widodomartani, Ngemplak, Sleman pada malam harinya ia sempat melakukan ibadah shalat malam. Setelah ibadah Yulianto memutuskan untuk tidur. "Setelah tidur saya mimpi didatangi oleh sesosok perempuan, tapi bentuknya tidak jelas, eh ternyata keesokan harinya saya mendapatkan dua buah arca saat bekerja," ucap dia.

Berdasarkan informasi dari warga, Yuli mengatakan jika tempat galian limbah sapi tersebut memang terdapat sebuah candi bernama candi Waru. "Kata warga memang ada candi di sekitar sini, namanya candi Waru, galian ini untuk limbah kotoran sapi, ini pekerjaan galiannya juga sudah selesai, nanti sore saya sudah balik ke Magelang," kata Yulianto.

Atas penemuan tersebut, Yuli diganjar kompensasi berupa uang tunai dan sertifikat dari BPCB DIY. Ia mengaku bersyukur atas kompensasi yang diberikan oleh BPCB DIY kepadanya. Nantinya, uang kompensasi tersebut rencananya akan ia tabung sebagai persiapan untuk masa depan bersama keluarganya. "Saya tabung untuk masa depan keluarga, saya tidak menyangka dapat ini [kompensasi]," kata ayah dua anak ini..