Ini Riwayat Pasien Dalam Pengawasan Terkait Corona yang Meninggal di Bantul

Ilustrasi mayat - Ist/Okezone
20 Maret 2020 17:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah membeberkan riwayat Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkait Covid-19 yang meninggal di Bantul sebelum hasil tes laboratoriumnya keluar.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso atau yang biasa disapa dokter Oky menyatakan PDP yang meninggal dunia tersebut merupakan warga Bekasi, Jawa Barat, tetapi alamat asli KTP Purworejo, Jawa Tengah.

Pasien berusia 73 tahun itu meninggal dunia pada Rabu (18/3/2020) sore lalu di RSUD Panembahan Senopati.

Ia mengatakan pasien tersebut sudah sakit sejak di Bekasi, kemudian minta dirujuk ke Bantul karena ingin dekat dengan anaknya. Pasien itu hanya tiga hari di rumah anaknya kemudian dibawa ke PKU Muhammadiyah Bantul lalu dirujuk ke RSUD Panembaham Senopati.

Saat awal masuk PKU Muhammadiyah Bantul pasien itu mengalami gejala sepsis atau infeksi sistemik yang menyerang seseorang karena diakibatkan virus dan jamur.

Gejala yang dialami pasien itu juga mengarah pada Covid-19. Namun pihaknya belum bisa memastikan yang bersangkutan positif atau negatif Covid karena hasil pemeriksaan di laboratorium Kementerian Kesehatan belum keluar.

"Jadi sejak awal masuk penyakit penyertanya sudah berat, " kata Oky.

Sementara itu enam orang PDP lainnya empat di antaranya masih dalam perawatan di tiga rumah sakit di antaranya yakni RSUD Panembahan Senopati Bantul dan PKU Muhammadiyah Bantul. Sementara dua lainnya sudah dipulangkan namun tetap dalam pengawasan.

Adapun jumlah ODP di Bantul sampai Jumat (20/3/2020) ini tercatat 39 orang. PDP dan ODP ini tersebar di 12 kecamatan di Bantul, yakni Banguntapan, Bambanglipuro, Jetis, Dlingo, Bantul, Sewon, Kasihan, Piyungan, Pleret, Srandakan, Pandak, dan Pundong.