Nenek di Rongkop Tewas Diduga Saat Padamkan Api Pembakaran Sampah
Seorang nenek di Rongkop, Gunungkidul, tewas diduga saat memadamkan api pembakaran sampah. BPBD mengingatkan bahaya kebakaran lahan
Wisatawan menikmati keindahan Pantai Watu Nene di Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Gunungkidul, Selasa (11/6/2019)/Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Sektor kepariwisataan ikut terdampak akibat penyebaran Covid-19. Diperkirakan hingga akhir Mei kerugian diperkirakan mencapai ratusan rupiah.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, geliat sektor kepariwisataan praktis berhenti akibat penyebaran virus Corona. Seluruh destinasi wisata di Bumi Handayani sejak beberapa waktu lalu ditutup guna mengurangi potensi penyebaran penyakit yang berasal dari China ini.
Menurut dia, berhenti beroperasinya sektor kepariwisataan tidak hanya mengancam pendapatan asli daerah dari penarikan retribusi tiket masuk. Namun perputaran uang yang dibawa pengunjung ikut berhenti. “Kami sudah buat berhitungan berapa kerugian hingga akhir Mei mendatang,” kata Hary, Senin (30/3/2020).
Dia menjelaskan, untuk PAD kepariwisataan, pemkab diperkirakan kehilangan potensi pendapatan sebesar Rp5.606.523.010. Angka ini muncul berdasarkan perencanaan target pendapatan di akhir Mei sebesar Rp10.978.379.000. Sedangkan realisasi pendapatan hingga penutupan obyek karena antisipasi penyebaran virus baru tercapai sebesar Rp5.371.855.990.
“Itu estimasi kami kerugian dari PAD wisata. Ini belum termasuk dari sektor pajak yang dilakukan oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah [BKAD],” ungkapnya.
Menurut Hary, potensi kerugian bisa lebih besar lagi terutama menyangkut pelaku usaha di bidang kepariwisataan. Diperkirakan jumlah kerugian hingga akhir Mei bisa mencapai Rp94.943.250.000.
Ia menjelaskan, ada beberapa indikator untuk perhitungan potensi kerugian ini. Selain mengacu pada target jumlah pengunjung hingga akhir Mei dikurangi realisasi kunjungan hingga saat ini, pengitungan juga mengacu pada hasil survei belanja pengunjung di triwulan empat 2019.
Berdasarkan hasil survey diketahui rata-rata belanja di sekitar destinasi mencapai Rp125.000 per pengunjung. “Ini jadi dasar kami untuk menghitung potensi kerugian akibat corona,” tutur mantan Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata ini.
Lebih jauh dikatakan Hary, untuk target kunjungan hingga akhir Mei sebanyak 1.440.868 orang. Sedangkan realisasi pengunjung hingga sekarang mencapai 681.322 orang. Praktis dengan adanya penutupan destinasi, maka jumlah kunjungan tidak bertambah. “Hingga akhir Mei diperkirakan ada selesih 759.546 pengunjung. Angka ini kita kalikan dengan besaran belanja per pengunjung sehingga ditemukan potensi kerugian mencapai Rp94,9 miliar,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang nenek di Rongkop, Gunungkidul, tewas diduga saat memadamkan api pembakaran sampah. BPBD mengingatkan bahaya kebakaran lahan
Pemerintah resmi mewajibkan registrasi SIM dengan biometrik wajah mulai 2026 untuk meningkatkan keamanan dan mencegah kejahatan digital.
Sebanyak 35 anak Gunungkidul lolos Sekolah Rakyat 2026. Namun data final masih menunggu SK Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
Penggunaan BBM B50 aman untuk kendaraan diesel, namun pakar ITB mengingatkan beberapa komponen penting tetap harus rutin dicek.
Prediksi Inggris vs RD Kongo di 32 besar Piala Dunia 2026, lengkap dengan susunan pemain, analisis, dan prediksi skor terbaru.
Kemdiktisaintek meluruskan isu 60.000 camaba mundur. Data itu berasal dari evaluasi 2025, bukan kondisi penerimaan 2026.