Pelabuhan Tanjung Adikarta Kulonprogo Ditutup untuk Pengunjung

Petugas keamanan memberikan kode berhenti kepada pengunjung yang hendak masuk area pelabuhan pada Minggu (29/3/2002) di gerbang masuk Pelabuhan Tanjung Adikarta. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
30 Maret 2020 11:07 WIB Catur Dwi Janati Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Akses jalan menuju Pelabuhan Tanjung Adikarta, Kapanewon Wates, Kulonprogo, untuk sementara waktu ditutup karena wabah virus Corona penyebab Covid-19.

Pegawai Unit Pelaksana Teknis Dinas Pelabuhan Perikanan Pantai (UPTD PPP) Sadeng, Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Bagyo Humoro mengatakan penutupan pintu masuk dilakukan sejak Sabtu (28/3/2020).

Bagyo yang ditemui di gerbang masuk pelabuhan menjelaskan sebelum ditutup, terlebih dulu telah dilakukan imbauan kepada warga sekitar. Imbauan itu khususnya diberikan kepada warga yang berprofesi sebagai nelayan ikan.

Pada prinsipnya Bagyo menerangkan penutupan ini berlaku kepada pengunjung pelabuhan yang bukan nelayan dan berasal dari jauh. "Bagi warga sekitar yang memang mata pencahariannya nelayan kami perbolehkan masuk, tapi untuk pengunjung sifatnya rekreasi kami tidak perkenankan masuk," terang Bagyo.

Bagyo menuturkan penutupan pintu masuk pelabuhan dilakukan berdasarkan instruksi dari atasan sebagai tinjak lanjut dari mandat Gubernur DIY. Ada pun penutupan pelabuhan bagi pengunjung selain nelayan dilakukan untuk mengurangi potensi penyebaran dan mengurangi kerumunan.

Petugas keamanan Pelabuhan Tanjung Adikarta, Mulyono mengatakan selama hampir dua hari diterapkan, masih banyak pengunjung dari jauh yang mencoba masuk area pelabuhan. Meski demikian, Mulyono bilang hampir seluruh pengunjung yang disetop memahami alasan penutupan.

"Kebanyakan semua memaklumi atas alasan penutupan ini setelah diberi sosialisasi dan pengarahan," ujar Mulyono.

Pada hari biasa, Pelabuhan Tanjung Adikarta memang menjadi salah satu tempat dinikmati para pengunjung khususnya pada pemancing. Dalam semalam bisa ratusan pemancing memadati area pelabuhan.

"Ya semenjak ada isu Covid-19 memang jumlahnya menurun tapi masih ada saja, sekarang kami tutup total kecuali untuk nelayan sekitar," terangnya.