Bank BPD DIY Kembali Gelar Malioboro Run 2026, Angkat Konsep Culture on Track
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Foto ilustrasi: Penanganan pasien virus Corona. /Reuters
Harianjogja.com, BANTUL--Meninggalnya dua pasien terduga Covid-19 asal Bantul yang semula ditolak sejumlah RS rujukan Covid-19 di Bantul menjadi pelajaran penting bagi institusi pelayanan kesehatan, terutama di Bumi Projotamansari.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bantul Sagiran mengatakan semua dokter dan tenaga kesehatan tidak bisa menolak pasien dalam kondisi apapun. Demikian juga fasilitas kesehatan di fase pertama seperti klinik dan dokter praktek tidak mungkin menolak pasien dengan alasan bukan rumah sakit rujukan Covid-19.
“Masyarakat tidak tahu mana rujukan dan bukan rujukan. Masyarakat tidak tahu mana rumah sakit rujukan. Tahunya dia sakit datang ke rumah sakit. Jadi pada dokter butuh alat pelindung diri,” kata Sagiran, Selasa (31/3/2020).
Soal meninggalnya dua pasien terduga Covid-19 asal Bantul yang semula ditolak sejumlah RS rujukan Covid-19, Sagiran yang juga Direktur RS Nur Hidayah Bantul itu mengonfirmasi kabar kedua pasien yang dirujuknya meninggal dunia. Sagiran mengatakan pada Senin (30/3/2020) pagi RS Nur Hidayah memang menerima tiga pasien dengan keluhan demam tinggi, nyeri tenggorokan, dan sesak napas. Dia menduga kuat gejala itu mengarah ke Covid-19.
Itulah sebabnya dia berupaya merujuk ketiga pasien tersebut ke rumah sakit rujukan. Akan tetapi dari 23 rumah sakit yang dihubungi Nur Hidayah, kata Sagiran, menolak dengan berbagai alasan, mulai dari penuh, diminta menghubungi Gugus Tugas Covid terlebih dulu, dan berbagai alasan lainnya. Pihaknya juga sudah berupaya menguhubngi tim gugus tugas, tetapi diminta langsung menuju rumah sakit rujukan.
Akhirnya setelah berkoordinasi dengan Pemkab Bantul, ketiga pasien dirujuk pada Senin malam. Kedua pasien dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito dan seorang pasien dirujuk ke RSUD Sleman.
Menurut Sagiran dua pasien yang dirujuk ke Sarjito, semuanya meninggal dunia. “Saya bersedih begitu kami berupaya untuk mendapatkan rujukan itu sampai pukul 20.00 WIB, baru terkirim pasien ketiga dan sekitar pukul 23.00 mendapatkan kabar duka [pasien pertama meninggal dunia] dan pukul 07.00 [Selasa] mendapatkan berita pasien kedua meninggal dunia,” kata Sagiran, Selasa.
Data dari RS Nur Hidayah, data pasien rujukan yang meninggal dunia di RSUP Dr. Sardjito keduanya adalah laki-laki asal Bantul.
data pasien rujukan yang meninggal di Sarjito keduanya laki-laki asal Bantul, yang satu berusia 59 tahun dengan keluhan demam, batuk dan sesak napas. Kondisi tensi 80 dan Co2 kurang dari 88. Tak ada riwayat kontak berdasarkan keterangan keluarga pasien.
Sementara satu lagi usia 48 tahun mengalami demam dua minggu, sesak napas dua hari, batuk dan lemas. Pasien tersebut merupakan suami sari seorang petugas kesehatan. Hasil rontgen pneunomonia.
Sagiran mengaku tidak bisa memastikan apakah kedua pasien tersebut terjangkit virus Corona atau tidak karena itu menjadi kewenangan Gugus Tugas Covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Prancis memberlakukan jam malam terbatas di Paris dan sejumlah komune setelah demonstrasi berujung kekerasan, penjarahan, dan kerusakan fasilitas umum.
Porsche Mission S menjadi visi supercar bermesin tengah di atas 911, dengan desain terinspirasi mobil legendaris dan kokpit berorientasi pengemudi.
Studi terhadap 480.479 orang menemukan kebiasaan naik tangga berkaitan dengan risiko kematian kardiovaskular lebih rendah. Simak manfaatnya.
Cari HP tipis selain iPhone Air? Simak perbandingan Samsung Galaxy S25 Edge, Infinix Hot 60 Pro Plus, dan Tecno Spark Slim.
Serangan siber di Jepang dan Korea Selatan mengancam data pelanggan, bank, dan layanan publik. AI disorot karena dapat mempercepat pencarian celah keamanan.