Karena Corona, Tarawih dan Salat Id di Jogja Ditiadakan

Sri Sultan HB X Salat Id di Alun-Alun Utara Jogja, Rabu (5/6 - 2019).
07 April 2020 19:07 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kota Jogja mengimbau seluruh masjid meniadakan sejumlah ibadah yang menimbulkan kerumunan, termasuk di antaranya Salat Tarawih dan Salat Id.

Kepala Kanwil Kemenag Kota Jogja Nur Abadi mengatakan imbauan itu dilakukan sebagai bentuk upaya pencegahan penyebaran Covid-19 selama Ramadan mendatang. Hal itu, kata dia, merupakan tindak lanjut dari adanya Surat Edaran (SE) Kemenag No.6/2020 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri dalam Pandemi Covid-19. "Kami akan sosialisasikan [isi SE Kemenag] lewat takmir masjid," ujarnya, Selasa (7/4/2020).

Beberapa poin penting dalam SE tersebut salah satunya yakni ditiadakannya Salat Tarawih di masjid. Sebagai gantinya, masyarakat diimbau untuk menjalankan Salat Tarawih secara berjamaah bersama keluarga di rumah masing-masing.

Selain itu, imbuh dia, buka bersama yang sudah menjadi tradisi masyarakat, tak terkecuali di Kota Jogja, di mana biasanya dilaksanakan di masjid yang melibatkan banyak jamaah juga ditiadakan. “Masyarakat disarankan buka puasa cukup bersama keluarga di rumah," katanya.

Begitu pula pelaksanaan Salat Id yang biasanya digelar di lapangan dengan ribuan jemaah, selama pandemi Covid-19, juga ditiadakan. "Meski sifatnya sunah mu’akad [sunah yang sangat dianjurkan], tetapi karena situasinya tidak memungkinkan maka bisa dilakukan di rumah," ucap dia.

Meski demikian, panduan ini hanya bersifat imbauan, sehingga institusinya tidak berwenang memberi sanksi jika ada yang melanggar. "Kewenangan memberi sanksi atau membubarkan ada di kepolisian, di sana ada larangan kerumunan," katanya.