Wisata Candi Kembali Ditutup, Seluruh Karyawan BUMN Dilarang Mudik

nPetugas melakukan penyemprotan disinfektan di kawasan Ratu Boko Prambanan. - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak\\n
12 April 2020 11:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Untuk mempercepat pandemi Covid-19 segera berakhir, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) kembali memperpanjang penutupan kunjungan wisatawan ke destinasi wisata candi. Penutupan sementara ini kembali dilakukan hingga 21 April mendatang.

Direktur Utama PT TWC Edy Setijono mengatakan penutupan kembali dilakukan dengan melihat perkembangan pandemi Covid-19 khususnya di wilayah DIY dan Jawa Tengah. "Kami sudah berkoordinasi baik dengan pusat maupun pemerintahan daerah. Lami putuskan untuk melanjutkan penutupan akses wisata TWC," katanya melalui rilis yang diterima Harian Jogja, Minggu (12/4/2020).

Selama penutupan akses, PT TWC terus melakukan pembenahan dan perawatan khususnya terkait sarana dan prasarana wisata. Hal ini dilakukan agar kondisi destinasi wisata candi tetap terjaga dan terpelihara serta siap menerima wisatawan jika pandemi berakhir. "Kami berharap para wisatawan untuk mengikuti imbauan pemerintah untuk stay at home sampai dengan kondisi pulih kembali," harap Edy.

Ketua Satgas Bencana Nasional BUMN di DIY Emilia Eny Utari mengatakan pihaknya juga mengeluarkan surat edaran agar seluruh pegawai BUMN tidak bepergian ke luar daerah/mudik selama masa darurat pandemi Covid-19. Hal itu sesuai dengan Surat Edaran Kementerian BUMN RI No.SE-4/MBU/04/2020.

Tugas dari satgas menginisiasi dan mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan tanggap bencana secara terencana dan terpadu bagi BUMN-BUMN di wilayah DIY. Selain pegawai BUMN, pihaknya juga berharap masyarakat juga tidak melakukan perjalanan mudik Lebaran untuk tahun ini.

"Pandemi Covid-19 ini merupakan bencana bagi kita semua. Dibutuhkan peran serta seluruh lapisan masyarakat agar penyebaran virus ini dapat segera berakhir. Mari bergotong royong untuk saling membantu. Salah satunya dengan tidak bepergian keluar daerah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," harap Emi.