Sempat Ditolak, Warga Jaban Tirtoadi Dijemput Satgas Covid-19

Sawihijono, warga Jaban, Tridadi, Sleman sempat ditolak saat mudik ke dusunnya dijemput oleh Satgas Covid-19 Jaban untuk menjalani karantina mandiri di Jaban, Minggu (12/4/2020). - Ist
12 April 2020 15:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Sawihijono, warga Jaban, Tridadi, Sleman sempat ditolak saat mudik ke dusunnya. Setelah menjalani masa karantina di Asrama Haji Jogja, ia dijemput oleh Satgas Covid-19 Jaban.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan mengatakan Sawihijono baru menempati shelter sejak Sabtu kemarin. Saat hendak masuk ke Jaban, Sawihijono sempat ditolak. Alasannya ia pemudik dari Bima, NTB yang harus menjalani masa karantina kemudian ditampung di shelter Asrama Haji.

"Namun hari Minggu (12/4/2020), setelah senam warga penghuni dijemput gugus tugas Dusun Jaban untuk diisolasi mandiri. Sebelumnya ia berstatus sebagai OTG/PPAT," kata Makwan, Minggu (12/4/2020).

Dia menjelaskan, penjemputan Sawihijono oleh Satgas Covid-19 Jaban dikarenakan warga yang awalnya menolak setelah diedukasi cara melakukan isolasi mandiri, berkenan menerima kembali di keluarga dan masyarakat.

"Ini bisa menjadi contoh. Kami siap edukasi warga yang selama ini menolak kedatangan pemudik [OTG/PPAT] dengan tetap isolasi mandiri," katanya.

Dengan dijemputnya salah seorang penghuni shelter, maka jumlah seluruh penghuni saat ini menjadi 11 orang. Pihaknya pada Sabtu (11/4/2020) sore juga menerima dua orang crew kapal pesiar Carnival yang juga ditolak oleh warga. "Ya kemarin sore, ada crew hotel kapal pesiar Carnival dari Amerika Serikat yang ditolak warga. Jadi sementara diminta di sini," ujarnya.

Sebelumnya, jumlah penghuni asrama haji yang menjalani masa karantina berjumlah 10 orang. Masing-masing dua ODP dan delapan OTG/PPAT. Tambahan ODP/OTG/PPAT tersebut seluruhnya berstatus sebagai pemudik baik dari wilayah Sumatera, Bekasi, Bima dan lainnya.