IDI Bantul Terima Bantuan APD

Alat pelindung diri (APD). - Reuters
13 April 2020 18:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bantul mendapat bantuan alat pelindung diri (APD) berupa baju hazmat untuk petugas medis yang menangani pasien Covid-19. Bantuan sebanyak 50 set APD itu langsung didistribusikan ke sejumlah rumah sakit.

Ketua IDI Cabang Bantul, Sagiran mengatakan bantuan dari Lions Clubs International Distrik 307 B1 tersebut sangat bermanfaat di tengah keterbatasan APD. “Tentu ini sangat membantu meski belum mencangkup semua dokter,” kata dia, di Sekretariat IDI Cabang Bantul, Senin (13/4/2020).

Sagiran mengaku bersyukur bantuan APD selalu ada dari berbagai lembaga dan pihak meski belum mencukupi. Dia menyebut data dokter yang tergabung dalam IDI Cabang Bantul terdapat 726 orang yang tersebar di puskesmas 88 orang, di RSUD Daerah Panembahan Senopati Bantul 50 orang, dan sisanya tersebar di rumah sakit dan klinik swasta.

Setiap dokter rerata memiliki 2-3 paramedis di sekitarnya sehingga kebutuhan APD bukan hanya untuk dokter namun juga tenaga medis dan paramedis. Untuk dokter di puskesmas dan RSUD Panembahan Senopati Bantul, kata dia, sudah mendapat jaminan dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bantul.

Sementara dokter dan paramedis di RS swasta, Sagiran menyebut kondisinya masih kekurangan. “Kami sudah bergerak dan alhamdulillah bisa memenuhi setidaknya untuk 1-2 pekan ini cukup tenang,” ucap Sagiran. Akan tetapi dia masih was-was karena belum ada tanda-tanda pandemi Corona ini mereda.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso mengakui sampai saat ini APD memang masih kurang. Pihaknya terus berupaya melakukan pengadaan secara mandiri, namun dari semua APD yang dipesan baru sekitar 25% yang sudah jadi. “Sisanya masih dalam proses,” kata dia.

Pengadaan APD mandiri yang dilakukan Pemkab Bantul di antaranya adalah masker N95 sebanyak 4.200, sarung tangan 17.500, masker bedah biasa 35.000, alkohol 300 botol dengan kapasitas per botol lima liter, gaun 12.000 unit, dan coverall atau hazmat untuk memonitor pasien isolasi sebanyak 1.000 unit. “Selain pengadaan mandiri, kami juga mengandalkan bantuan dari Pusat dan donasi dari berbagai pihak.”