Pekerja Terdampak Diimbau Manfaatkan Kartu Prakerja

Foto ilustrasi. - Bisnis Indonesia/Rahmatullah
15 April 2020 20:47 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) mengajak para pekerja terdampak Corona untuk memanfaatkan program kartu prakerja dari Pemerintah Pusat.

Kepala Disnakertrans Gunungkidul, Purnamajaya, menyatakan program kartu prakerja merupakan stimulus di tengah pandemi untuk meningkatkan kemampuan sekaligus sebagai solusi bagi para pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Pemerintah berupaya membantu tenaga kerja yang di-PHK, terutama memanfaatkan waktu di masa darurat agar mereka bisa tetap mendapatkan pemasukan dan ikut dalam program jaring pengaman sosial," kata Purnama saat dihubungi Harian Jogja, Rabu (15/4/2020).

Purnama menjelaskan alokasi kartu prakerja untuk DIY sebanyak 86.000 kuota, khusus untuk Gunungkidul mendapatkan kuota sekitar 17.000. "Saat ini masih proses pendaftaran dan tes mandiri secara online. Untuk jumlah yang sudah mendaftar kami belum tahu persis," katanya.

Disnakertrans menerima laporan hingga saat ini sebanyak 733 pegawai dirumahkan dan empat pekerja di-PHK sebagai dampak penyebaran Corona. Menurut Purnamajaya, perusahaan yang paling berdampak berada di sektor ekspor.

Disnakertrans mengimbau kepada para pekerja untuk mendaftar secara telaten dan sabar. Sebab, saat ini semakin banyak pekerja yang mengakses program tersebut, sehingga server terkadang overload.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul, Sunyoto, merespons positif langkah Pemerintah Pusat yang memberikan stimulus kepada para pekerja di tengah pandemi Corona. Namun ia mengusulkan agar biaya pelatihan bisa diganti dengan tunai. "Pelatihan harus berkumpul dan bertemu, kalau tidak maka hasil pelatihan tidak maksimal. Apa tidak sebaiknya program pelatihan diganti nilai tunai saja untuk hidup beberapa bulan ke depan," ujarnya.

Menurut dia, nilai tunai saat ini sangat dibutuhkan para pekerja. Dalam kondisi tidak adanya kegiatan ekonomi seperti saat ini, para pekerja tidak memperoleh penghasilan. "Bantuan tunai sangat berarti bagi para pekerja," ujarnya.

Sunyoto mengarahkan anggota PHRI Gunungkidul untuk mengimbau kepada karyawannya agar segera mengakses program tersebut. "kami sudah mengarahkan agar karyawan di bidang perhotelan dan rumah makan yang terkena dampak untuk mendaftar secara mandiri dan online," ungkapnya.