Dokter Tulari Istri & Anak Covid-19, Pemerintah di Jogja Kekeh Sebut Bukan Transmisi Lokal

Ilustrasi. - Ist/Freepik
21 April 2020 20:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja memastikan kasus penularan pasien positif Covid-19 kepada dokter serta anggota keluarganya belum termasuk transmisi lokal.

Seperti diketahui, seorang dokter terinfeksi Covid-19 setelah tertular dari pasiennya yang positif Corona di Jogja. Dokter itu kemudian menularkan lagi virus tersebut ke anak dan istrinya.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih mengatakan terkait dugaan transmisi lokal pada penularan dari pasien ke dokter kemudian menular kepada anggotanya keluarganya di Kota Jogja, Berty belum berani berkomentar. Namun ia membenarkan bahwa dokter yang dimaksud adalah pasien Kasus 39 kemudian istrinya pasien Kasus 70 dan anaknya dokter pasien Kasus 71.

“Untuk penjelasan tentang [pertanyaan] transmisi lokal akan disampaikan oleh bidang analisis gugus tugas,” katanya, Selasa (21/4/2020).

Wakil Ketua Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY Biwara Yuswantana menyatakan butuh kajian epidemiologi untuk menetapkan transmisi lokal. Menurutnya hingga Selasa (21/4/2020) belum ada hasil kajian apakah DIY sudah termasuk transmisi lokal penularannya atau belum.

“[Soal penularan pasien ke dokter] Perlu dicek lebih lanjut seperti apa tracingnya di rumah sakit. Karena transmisi lokal itu kan penularan ke generasi ketiga ada ketentuannya. Kontaknya seperti apa kan harus jelas, betul enggak kira-kira [penularannya] dengan pasien itu, sehingga perlu ada kajian,” ujarnya.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja Heroe Poerwadi menyatakan dokter tersebut memang kontak dengan pasien. Adapun pasien itu bukan termasuk warga Kota Jogja, sehingga pihaknya belum mendapatkan data lengkap kondisinya karena dilakukan kontak tracing oleh Dinkes tempat asal pasien.

“Kami belum dapat memastikan, yang jelas [pasien yang melakukan kontak dengan dokter itu] bukan warga Kota Jogja. Jadi sampai sekarang belum jelas pasien mana yang menjadikan penularan, karena dokter itu memeriksa banyak pasien. Tapi tidak tahu pasien yang mana,” ucapnya.

Wakil Wali Kota Jogja ini menegaskan meski pun sudah ada penularan dari pasien ke dokter kemudian dokter menularkan kepada anggota keluarganya namun menurutnya bukan termasuk transmisi lokal. Menurutnya penularan antara dokter kepada anggota keluarganya tidak bisa dikatakan sebagai penularan dari generasi kedua ke generasi ketiga. Karena penularan yang terjadi dari dokter kepada istri dan anaknya tersebut masih dalam lingkup satu keluarga. Heru mengatakan transmisi lokal itu bukan dari penularan individu tetapi pada relasi sosial yang luas.

“Pemahamannya bukan begitu karena [dokter dan anak istri] masih dalam satu keluarga, pola ini sudah ada sejak kasus Covid-19 pertama di Jogja. Jadi transmisi lokal itu jika penularan dalam relasi sosial luas, misalnya dari luar kota ke keluarga, terus anggota keluarga menularkan ke rekan kerja atau teman-teman atau tetangganya. Kalau masih keluarga belumm transmisi lokal,” ucapnya.

Pihaknya masih dalam proses kajian epidemiologi terkait kemungkinan adanya transmisi lokal. “Kajiannya belum selesai karena data kan dari ODP PDP dan positif harus melihat jaringannya dan potensi lokus kejadiannya,” ujarnya.