Data 5,7 Juta Pelanggan Fore Diakses Tanpa Izin, Ini Imbauannya
Fore Kopi mengungkap akses tanpa izin terhadap data hingga 5,7 juta akun pelanggan. Simak jenis data terdampak dan imbauan perusahaan.
Ilustrasi gadai/Ist.-Madani
Harianjogja.com, BANTUL—Pandemi Covid-19 berimbas pada penambahan nasabah pegadaian di Kabupaten Bantul. Berdasarkan data Pegadaian Bantul, terjadi peningkatan jumlah nasabah sejak pandemi Covid-19 mulai menyebar.
Kepala Pegadaian Bantul, Agus Purwanto mengatakan peningkatan jumlah nasabah tersebut merupakan dampak dari hilangnya pendapatan masyarakat akibat kebijakan pembatasan kegiatan oleh pemerintah.
Dia mengatakan terjadi peningkatan nasabah harian hingga dua kali lipat. Jika sebelumnya, hanya ada sekitar 60 orang per hari yang datang, tetapi sejak pekan ketiga Maret 2020, peningkatan mulai terasa signifikan.
Agus menjelaskan kebijakan pembatasan sosial dari pemerintah berdampak cukup buruk bagi perekonomian warga. Banyak dari nasabah yang memilih menggadaikan aset lantaran hilangnya pendapatan.
Emas, kata dia, menjadi aset yang paling banyak diagunkan. Pasalnya karena harganya terbilang tinggi saat ini. Nasabah bisa mendapatkan sedikitnya Rp600.000 per gram."Harga emas saat ini luar biasa. Harga emas antam saja sekarang sampai Rp900.000," katanya, Rabu (21/4/2020).
Selain emas, kata Purwanto, dia juga kerap menerima aset gadai berupa kendaraan bermotor dan sepeda yang harganya mahal. Jumlahnya bisa sampai dua unit dalam sehari. Menanggapi situasi ekonomi seperti ini pihak Pegadaian memberlakukan penyesuaian kebijakan perihal keringanan kepada nasabah. Bagi nasabah yang lancar membayar angsurannya akan mendapatkan dispensasi hingga tiga bulan
Endah, warga Sewon yang sehari-hari berdagang di pasar malam mengaku menggantungkan nasibnya dari keuntungan hasil berjualan harian. Sayangnya, ketika pemerintah mulai menerapkan kebijakan pembatasan kegiatan, jalan-jalan mulai sepi. Masyarakat mulai mengurangi aktivitas luar ruangan.
Akibatnya, pendapatan yang selama ini menjadi tumpuan perlahan menghilang. Dia pun terpaksa menggadaikan perhiasannya agar bisa tetap bertahan di tengah kosongnya pemasukan. Terlebih dia juga mengaku belum tersentuh oleh bantuan sosial. "Sekarang saya dan suami sama sekali tidak ada pemasukan," katanya, Selasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fore Kopi mengungkap akses tanpa izin terhadap data hingga 5,7 juta akun pelanggan. Simak jenis data terdampak dan imbauan perusahaan.
Cheers Water mendukung Erafone Run 2026 di Museum Gunungapi Merapi dengan menyediakan air mineral dan fasilitas water station untuk memenuhi kebutuhan hidrasi r
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Minggu (1/11/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis
Sebanyak 4.500 pelari mengikuti Erafone Run 2026 Jogja Series di Museum Gunungapi Merapi dengan konsep Sunset Road Run yang memadukan olahraga, wisata, hiburan,
Siswa MAN 2 Bantul meraih golden ticket IPB berkat Hydrotani Wall, inovasi hidroponik vertikal dengan memanfaatkan air hujan.
Soundrenaline Sana Sini Yogyakarta menghadirkan musisi lintas genre dan kolaborasi khusus. Colorcode tampil dengan konsep mini orkestra.