Top Ten News Harianjogja.com Edisi Minggu 6 September 2026
Top Ten News Harianjogja.com Minggu 6 September 2026 merangkum kabar kebakaran DIY, erupsi Anak Krakatau, ekonomi, budaya, hingga olahraga.
Ilustrasi pertumbuhan ekspor./IST
Harianjogja.com, JOGJA - Lalu lintas ekspor produk perikanan yang melewati DIY mengalami peningkatan saat pandemi Covid-19. Frekuensi kenaikan dengan membandingkan data di bulan Maret 2019 dengan 2020 yang meningkat lebih dari 60%. Kenaikan itu kemungkinan disebabkan karena baiknya harga jual produk serta nilai dolar.
Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Yogyakarta (BKIPM) Yogyakarta Hafit Rahman menjelaskan adanya tren kenaikan jumlah pengiriman produk perikanan ke luar negeri melalui DIY di saat pandemi Covid-19. Tren peningkatan itu terekam dari perbandingan data di bulan yang sama antara 2019 dengan 2020.
Menurutnya pada Maret 2019 silam jumlah pengiriman ekspor produk perikanan yang melalui Jogja sebanyak 25 kali pengiriman, sedangkan pada Maret 2020 naik sekitar 64% menjadi 41 kali pengiriman. “Dengan rincian negara yang menjadi tujuan utama ekspor adalah Amerika Serikat sebanyak 20 kali pengiriman disusul Jepang 19 kali pengiriman, Hongkong dan Prancis masing-masing satu kali pengiriman,” katanya Senin (20/4/2020).
Ia menambahkan komoditas perikanan dominan yang diekspor di tengah pandemi saat ini antara lain tuna kaleng sebanyak 120,4 ton. Kemudian udang beku sebanyak 68,14 ton. Serta komoditas lainnya seperti tuna rebus beku, lobster beku, kerajinan cangkang kerang, sirip hiu kering dan sejumlah kerajinan kulit pari.
“Tetapi nilai ekspornya mengalami peningkatan sebanyak 5,29 persen. Dari Rp24,3 miliar [di Maret 2019] menjadi Rp25,9 miliar [di Maret 2020],” katanya.
Hafit mengatakan pihaknya mengidentifikasi sejumlah faktor yang menjadi penyebab kenaikan lalu lintas ekspor perikanan tersebut. Dari beberapa faktor yang paling dominan adalah karena harga jual produk yang naik serta nilai dolar juga naik di tengah pandemi. ”Kenaikan ini disebabkan antara lain karena meningkatnya harga jual produk dan nilai dolar,” ujarnya.
Peningkatan pemeriksaan lalu lintas perikanan pun dilakukan secara ketat di tengah pandemi ini mengingat BKIPM mempunyai peran penting. Terutama memberikan jaminan mutu produk perikanan yang diekspor agar sesuai dengan persyaratan yang diminta oleh negara tujuan. “Kami senantiasa melakukan pengendalian, pengawasan sistem mutu di Unit Pengolahan Ikan [UPI],” katanya.
Kasubsi Pengawasan dan Pengendalian BKIPM Yogyakarta Haryanto menambahkan selama pandemi Covid-19 pihaknya meningkatkan pengawasan terhadap produk perikanan yang akan diekspor. Selain itu dalam menjalankan tugasnya personil di lapangan serta pihak yang ingin mendapatkan sertifikasi ekspor harus mematuhi protokol Covid-19.
“Pelayanan sertifikasi ekspor produk perikanan dilakukan dengan memperhatikan SOP pencegahan penularan covid-19. Semua menggunakan masker, sarung tangan dan handsanitizer bagi petugas pelayanan dan menjaga jarak aman antara pengguna jasa dengan petugas pelayanan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Top Ten News Harianjogja.com Minggu 6 September 2026 merangkum kabar kebakaran DIY, erupsi Anak Krakatau, ekonomi, budaya, hingga olahraga.
Teknologi MotoGP seperti IMU, kontrol traksi, wheelie control, quick shifter, dan ABS kini hadir pada motor jalan raya.
Normalisasi sejumlah sungai di Kulonprogo dilakukan untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan. DPRD mengecek pengerukan dan penguatan tepi sungai.
Cara merawat mobil listrik tidak hanya soal baterai. Simak panduan pengisian daya, fast charging, ban, coolant, software, dan penyimpanan.
Timnas Basket Indonesia kalah 53-98 dari Jepang di laga perdana Asian Games 2026. Simak jalannya pertandingan dan jadwal selanjutnya melawan Korea.
Kenali 6 aplikasi pesan hotel seperti Traveloka, Agoda, Booking.com, tiket.com, Expedia, dan Airbnb sebelum memilih penginapan.