Bersinggungan dengan Jamaah Tabligh, 100 Orang di Sleman Akan Jalani Rapid Test Covid-19

Ilustrasi - Freepik
22 April 2020 20:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMANSebanyak 15 warga negara India peserta Jamaah Tabligh menjalani rapid test Covid-19 di Sleman. Hasilnya, sembilan orang menunjukkan hasil reaktif. Selanjutnya, 100 orang akan menjalani tes cepat deteksi Corona.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman berencana menjalankan rapid test bagi seluruh peserta Jamaah Tabligh yang ada di Sleman untuk melacak penyebaran Covid-19. "Salah satu sasaran rapid test yang diprioritaskan kami saat ini adalah Jamaah Tabligh yang ada di Sleman," kata Bupati Sleman, Sri Purnomo, Rabu (22/4/2020).

Orang-orang yang berhimpun dalam Jamaah Tabligh memiliki mobilitas tinggi dan sering bertemu dengan orang yang lain. Pemkab akan menyisir tempat tinggal anggota Jamaah Tabligh yang tersebar di beberapa wilayah Sleman.

"Saat ini kami masih mengumpulkan datanya. Kami akan data by name, by address, dulu. Mereka akan dipanggil untuk dilakukan rapid test di puskesmas. Kami berharap setelah rapid test, hasil yang keluar negatif [tidak reaktif]," kata Sri.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan jawatannya akan menyasar setidaknya 100 anggota Jamaah Tabligh untuk menjalani rapid test. Dinkes akan bekerja sama dengan Kementrian Agama untuk mengumpulkan data jemaah yang akan mendapatkan rapid test.

"Jamaah Tabligh yang di-rapid test ada 15 orang, sembilan orang reaktif dan lainnya tidak. Yang reaktif kami lakukan tes swab di RSA UGM dan dirawat di Rumah Sakit Hardjolukito. Hasil swab antara lima sampai dengan tujuh hari baru diketahui apakah positif Covid-19 atau tidak ," ujar Joko.

Di luar Jamaah Tabligh, Dinkes Sleman sudah melakukan rapid test kepada 697 orang warga Sleman di luar tenaga medis. Mereka yang menjalani rapid test diprioritaskan bagi warga yang kontak erat dengan kasus positif. "Dari 697 yang menjalani rapid test, hanya empat yang reaktif. Dari empat yang reaktif itu dilakukan pemeriksaan Swab. Hasilnya hanya satu yang positif dan yang tiga negatif," kata dia.

Dinkes Sleman menerima 1.060 paket alat tes dari Dinkes DIY untuk tenaga medis dan keluarga pasien positif Covid-19. Dinkes Sleman sudah menggunakan 960 paket atau sebanyak 480 orang. Hasilnya, hanya dua orang yang reaktif dan dilanjutkan ke pemeriksaan swab.