Terjebak di Jogja, Hasil Rapid Test 9 Warga India Positif

Sejumlah warga negara India yang sedang dilakukan pemeriksaan oleh petugas kesehatan di Masjid jami' Al-ittihad di Caturtunggal, Depok, Sleman, Rabu (22/4/2020). - Ist\\n\\n
22 April 2020 18:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Sebanyak 15 warga negara asing (WNA) asal India yang melakukan isolasi mandiri di Masjid Jami' Al-ittihaad di Caturtunggal, Depok, Sleman menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Sleman.

Pasalnya, sebanyak sembilan di antaranya sudah melalui uji rapid test dan hasilnya positif pada Rabu (22/4/2020). Sedangkan, enam lainnya menunjukkan hasil negatif.

Namun hasil positif rapid test itu hanya screening awal. Untuk memastikan positif Covid-19 atau tidak harus melalui swab dan tes dengan metode PCR.

Ketua RW 05 Dusun Kocoran, Caturtunggal, Depok, Sleman, Rochpradejono mengatakan jika ia dan jawatannya tidak tahu sejak kapan 15 warga negara asing asal India datang ke Masjid Jami' Al-ittihaad. Namun, pada 15 Maret 2020 15 warga negara India tersebut seharusnya sudah kembali ke India.

"Mereka datang dua gelombang, seharusnya kembali tanggal 15 Maret 2020, namun karena di India menerapkan lockdown akhirnya tertahan di sini [Masjid Jami' Al-ittihaad]. 15 warga negara India tersebut terdiri dari laki-laki kisaran umur paling 40 sampai 60 tahun," ujar Rochpradejono, Rabu (22/4/2020).

Lebih lanjut, Rochpradejono mengatakan jika 15 warga negara India yang sudah sejak sekitar sebulan tinggal di Masjid Jami' Al-ittihaad sudah dilakukan pemeriksaan rapid test. Hasilnya sembilan orang dinyatakan positif dan enam lainnya hasilnya negatif.

"Tes nya dilakukan sebanyak dua kali, kemarin dan hari ini, sembilan orang dinyatakan reaktif [positif hasil tes cepat] dan enam lainnya hasilnya negatif. Masjid sendiri ditutup sejak kemarin Rabu (22/4/2020) usai hasil tes dari 15 warga negara India keluar, yang boleh salat di sini [Masjid Jami' Al-ittihaad] hanya warga sekitar," terangnya.

Sembilan warga negara India yang hasil rapid test menunjukkan positif kemudian dibawa ke RSA UGM untuk diambil sampel swab guna memastikan positif tidaknya terpapar Covid-19.

Kemudian mereka dibawa ke RSPAU Hardjolukito untuk perawatan. "Kami mengharapkan agar enam warga negara India sisanya ini agar dibawa ke Asrama Haji Jogja, kami juga tidak ingin ada risiko yang muncul," imbuhnya.