Pemkot Anjurkan Masjid Ganti Takjil Makanan Siap Saji dengan Sembako

Takjil di Masjid Jogokariyan Mantrijeron Kota Jogja. - Harian Jogja/Desi Suryanto
24 April 2020 06:57 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Sebagai upaya mendukung pembatasan social dan fisik serta membantu keluarga yang terdampak pandemi Corona, Pemerintah Kota menganjurkan agar selama Ramadan, masjid menyediakan takjil bukan dalam bentuk makan siap saji, tapi sembako.

Berbeda dengan bulan Ramadan sebelumnya, umat muslim kini harus menjalankan ibadah puasa dalam situasi pandemi Covid-19. Untuk mencegah penyebaran virus, berbagai ibadah di bulaln Ramadan kali ini perlu disesuaikan pelaksanaannya, salah satunya takjil yang di setiap masjid selalu ada.

Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi, mengimbau pelaksanaan takjil dimana pada kondisi normal mengundang jamah ke masjid untuk mendengarkan tausiyah dilanjut dengan buka bersama dan solat berjamaah, tahun ini dilakukan bengan cara berbeda. “Kami arahkan jadi sembako bingkisan,” ujarnya, Kamis (23/4/2020).

Menurutnya, selain menghindari potensi kerumunan, pemberian takjil dalam bentuk sembako juga bisa membantu keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangannya akibat pandemi covid-19. “Sehingga masyarakat lebih aman dan tentram ketika sudah punya makanan di rumah,” katanya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang ingin berbagi rezekinya untuk menyalurkannya ke Masjid di sekitarnya, termasuk bisa pula di Masjid Pangeran Diponegoro, Kompleks Balaikota Jogja. Takmir masjid nantinya akan mendistribusikan donasi ke masyarakat yang membutuhkan dalam bentuk sembako.

Ketua Baznas Kota Jogja yang juga merupakan Pengurus Masjid Pangeran Diponegoro, Samsul Azhari, mengatakan pihaknya telah mengawali pemberian paket sembako senilai Rp250.000, yang berisi beras, minyak goreng, abon, telur, mi instan dan susu kaleng, pada Kamis (23/4/2020).

“Dana yang dialokasi untuk pemberian sembako ini total sebanyak Rp672 juta. Batuan ini diserahkan kepada warga kurang mampu, ustadz, pengurus masjid, difabel, panti asuhan, pesantren, rumah singgah, penjaga kantor sekolahdan warga membutuhkan lainnya,” ungkapnya.

Untuk menghindari kerumunan saat pembagian sembako, pihaknya mendistribusikan sembako melalui penyuluh agama Islam dan Komunitas Cinta Masjid. Selama Ramadan, pihaknya akan menggelar tausiyah dengan media online sehingga jemaah bisa tetap mengakses dari rumah.