Kurangi Emisi Lintas Laju Urban, KAI Commuter Raih Penghargaan di JBBA
KAI Commuter Indonesia (KCI) Wilayah 6 dianugerahi penghargaan bergengsi dalam ajang Jogja Brand and Business (JBBA) 2026, Rabu (15/7)
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Tes cepat melalui rapid test untuk mendeteksi infeksi Coronavirus Disease atau Covid di Bantul belum masif. Hal ini berdasarkan data jumlah rapid diagnostic test (RDT) yang sudah digunakan oleh Dinas Kesehatan setempat masih sedikit.
Sejak ditetapkannya darurat Covid-19, Dinas Kesehatan sudah menerima rapid test dua tahap, yakni tahap pertama sebanyak 760 dan tahap kedua sebanyak 1.200 rapid test. Sampai saat ini yang sudah digunakan sebanyak 600 rapid test terhadap 300 orang karena tiap orang memerlukan dua kali tes.
Dari 300 orang yang dites sebanyak sembilan orang di antaranya menunjukan hasil positif. Saat ini sembilan yang positif dua di antaranya sudah dilakukan tes swab dan poaitif. Sisanya masih menunggu proses tes swab.
Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan semua bantuan rapid test sudah terdistribusi ke sejumlah puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati Bantul. Laporan yang masuk baru terpakai 600 rapid test dan hasilnya sembilan orang positif.
Sri Wahyu mengakui belum semua rapid test digunakan karena sasaran yang dites terbatas hanya pada orang yang berkontak erat dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan pasien poaitif Covid, serta pelaku perjalanan dari daerah yang terjangkit covid.
"Pelaksanaan rapid test digunakan masif kalau diperlukan dan penyebaran sudah ada indikasi meluas. Sekarang penularan luas di Bantul belum terjadi. Harapannya tidak terjadi," kata Sri Wahyu.
Pria yang akrab disapa dokter Oky ini menambahkan masih terus memperbaharui laporan dari puskesmas. Sebab untuk pengajuan tambahan rapid test syaratnya setelah laporan penggunaan lengkap, "Kami masih belum lengkap laporannya," ujar Oky.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Commuter Indonesia (KCI) Wilayah 6 dianugerahi penghargaan bergengsi dalam ajang Jogja Brand and Business (JBBA) 2026, Rabu (15/7)
Jadwal DAMRI Bandara YIA Senin 7 September 2026 tersedia ke sejumlah tujuan. Tarif promo YIA-Jogja Rp50.000 berlaku hingga September.
Raperda RTRW Gunungkidul disepakati DPRD dan bupati untuk ditetapkan menjadi perda. Regulasi baru diharapkan mendorong investasi yang taat aturan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 7 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jadwal lengkap Yogyakarta-Palur dan tarif KRL Rp8.000.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 7 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap dari pagi hingga malam.
Bandara Soekarno-Hatta ditutup hingga 08.59 WIB, Senin 7 September 2026, imbas erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik.