RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Tes cepat melalui rapid test untuk mendeteksi infeksi Coronavirus Disease atau Covid di Bantul belum masif. Hal ini berdasarkan data jumlah rapid diagnostic test (RDT) yang sudah digunakan oleh Dinas Kesehatan setempat masih sedikit.
Sejak ditetapkannya darurat Covid-19, Dinas Kesehatan sudah menerima rapid test dua tahap, yakni tahap pertama sebanyak 760 dan tahap kedua sebanyak 1.200 rapid test. Sampai saat ini yang sudah digunakan sebanyak 600 rapid test terhadap 300 orang karena tiap orang memerlukan dua kali tes.
Dari 300 orang yang dites sebanyak sembilan orang di antaranya menunjukan hasil positif. Saat ini sembilan yang positif dua di antaranya sudah dilakukan tes swab dan poaitif. Sisanya masih menunggu proses tes swab.
Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan semua bantuan rapid test sudah terdistribusi ke sejumlah puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati Bantul. Laporan yang masuk baru terpakai 600 rapid test dan hasilnya sembilan orang positif.
Sri Wahyu mengakui belum semua rapid test digunakan karena sasaran yang dites terbatas hanya pada orang yang berkontak erat dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan pasien poaitif Covid, serta pelaku perjalanan dari daerah yang terjangkit covid.
"Pelaksanaan rapid test digunakan masif kalau diperlukan dan penyebaran sudah ada indikasi meluas. Sekarang penularan luas di Bantul belum terjadi. Harapannya tidak terjadi," kata Sri Wahyu.
Pria yang akrab disapa dokter Oky ini menambahkan masih terus memperbaharui laporan dari puskesmas. Sebab untuk pengajuan tambahan rapid test syaratnya setelah laporan penggunaan lengkap, "Kami masih belum lengkap laporannya," ujar Oky.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah memprioritaskan restrukturisasi keuangan KCJB sebelum memutuskan perpanjangan jalur Kereta Cepat Whoosh hingga Surabaya dan Banyuwangi.
Veda Ega Pratama gagal finis di Moto3 Belanda 2026 setelah terjatuh pada lap kedelapan di Sirkuit Assen saat sempat bersaing di barisan depan.
Frekuensi kentut normal orang dewasa 10-20 kali per hari, ini penjelasan ahli soal penyebabnya.
SPMB SD Kulonprogo 2026 dibuka 29 Juni, Disdikpora prediksi banyak sekolah kekurangan siswa. Simak jadwal dan kuotanya.
Bregodo Jogo Malioboro bukan sekadar petugas, tapi wajah budaya Jogja yang menjaga ketertiban dan memikat wisatawan.