Rapid Test di Bantul Belum Masif

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
25 April 2020 04:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Tes cepat melalui rapid test untuk mendeteksi infeksi Coronavirus Disease atau Covid di Bantul belum masif. Hal ini berdasarkan data jumlah rapid diagnostic test (RDT) yang sudah digunakan oleh Dinas Kesehatan setempat masih sedikit.

Sejak ditetapkannya darurat Covid-19, Dinas Kesehatan sudah menerima rapid test dua tahap, yakni tahap pertama sebanyak 760 dan tahap kedua sebanyak 1.200 rapid test. Sampai saat ini yang sudah digunakan sebanyak 600 rapid test terhadap 300 orang karena tiap orang memerlukan dua kali tes.

Dari 300 orang yang dites sebanyak sembilan orang di antaranya menunjukan hasil positif. Saat ini sembilan yang positif dua di antaranya sudah dilakukan tes swab dan poaitif. Sisanya masih menunggu proses tes swab.

Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan semua bantuan rapid test sudah terdistribusi ke sejumlah puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati Bantul. Laporan yang masuk baru terpakai 600 rapid test dan hasilnya sembilan orang positif.

Sri Wahyu mengakui belum semua rapid test digunakan karena sasaran yang dites terbatas hanya pada orang yang berkontak erat dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan pasien poaitif Covid, serta pelaku perjalanan dari daerah yang terjangkit covid.

"Pelaksanaan rapid test digunakan masif kalau diperlukan dan penyebaran sudah ada indikasi meluas. Sekarang penularan luas di Bantul belum terjadi. Harapannya tidak terjadi," kata Sri Wahyu.

Pria yang akrab disapa dokter Oky ini menambahkan masih terus memperbaharui laporan dari puskesmas. Sebab untuk pengajuan tambahan rapid test syaratnya setelah laporan penggunaan lengkap, "Kami masih belum lengkap laporannya," ujar Oky.