Golkar DIY Siapkan 6 Kantor jika Dibutuhkan untuk RS Darurat

Gandung Pardiman bersama Haryadi Suyuti - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
27 April 2020 03:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Partai Golkar DIY menyiapkan enam kantor jika dibutuhkan sebagai rumah sakit darurat untuk penanganan Covid-19 di DIY. Kesediaan itu dinyatakan oleh pimpinan Golkar DIY setelah melihat adanya peningkatan kasus positif serta pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pengawasan (ODP).

Ketua DPD I Golkar DIY Gandung Pardiman menjelaskan kasus pasien yang dinyatakan positif Covid-19 di DIY terus bertambah. Hal itu juga terjadi pada PDP dan ODP yang cenderung mengalami kenaikan. Pihaknya mengkhawatirkan sejumlah rumah sakit rujukan tidak mampu menampung pasien. Oleh karena itu, secara resmi DPD Golkar DIY menyatakan kesiapannya jika aset kantornya digunakan untuk rumah sakit darurat.

“Tentu kita semua berharap pandemi ini segera berakhir. Tetapi jika diperlukan adanya rumah sakit darurat karena mungkin tidak mampu menampung pasien. Kami menyatakan seluruh kantor DPD Golkar di wilayah DIY siap untuk dijadikan rumah sakit darurat,” katanya Minggu (26/4/2020).

Gandung menambahkan ada enam kantor yang merupakan aset Golkar DIY yang sewaktu-waktu siap jika akan dipakai untuk RS darurat. Terdiri atas kantor DPD kabupaten dan kota di DIY yang berjumlah lima gedung serta kantor pusat DPD Golkar DIY yang berada di Jalan Sudirman, Kota Jogja.

“Jika Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY merasa perlu untuk membuat rumah sakit darurat, dipakai saja, bisa setiap saat,” katanya.

Ia menyarankan kepada Pemda DIY agar menyiapkan rumah sakit darurat dengan memanfaatkan sejumlah aset yang ada di DIY. Hal ini sebagai salah satu langkah antisipasi jika terjadi lonjakan pasien Covid-19 sehinga sewaktu-waktu siap. Mengingat saat ini berdasarkan data yang dilaporkan harian kasusnya terus bertambah.

“Kami menyarankan Pemda DIY untuk mempersiapkan diri menyiapkan rumah sakit darurat dengan memanfaatkan aset seperti Gedung JEC, Youth Centre. Termasuk kantor DPD Golkar juga siap jika dibutuhkan,” ujarnya.

Secara umum jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) seluruh DIY per Minggu (26/4/2020) ada 778 orang, sebanyak 135 di antaranya masih dalam perawatan. Pasien yang dinyatakan negatif berjumlah 539 orang dan proses menunggu laboratorium 157 orang di mana delapan di antaranya sudah meninggal dunia. Jumlah ODP total 4.193 orang.

Sebelumnya Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji berharap kasus Covid-19 ini segera berlalu dan ruang untuk penanganan pasien dapat mencukupi. Akan tetapi pihaknya tetap menyediakan cadangan jika memang rumah sakit rujukan yang sudah ditunjukan telah memenuhi total daya tampung. Oleh karena itu, sesuai arahan Gubernur DIY, bahwa pasien ringan harus ditangani dan dipilah dengan pasien berat terkait dengan penggunaan ventilator. Mengingat saat ini untuk mendapatkan ventilator tergolong sangat sulit.

“Semoga sudah cukup yang sudah ada, kami upayakan tidak [rumah sakit] darurat, ya rumah sakit beneran [tidak darurat], SK Gubernur kan menunjuk 23 rumah sakit rujukan, tidak semua dirawat memerlukan ventilator,” ujarnya.