Tak Semua Pemudik di Gunungkidul Berstatus ODP

Suasana di Terminal Dhaksinarga, Selang, Wonosari, Selasa (31/3/2020). - Harian Jogja/Muhammad Nadhir Attamimi
28 April 2020 23:12 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Hingga Selasa (28/4/2020), jumlah warga Gunungkidul yang berstatus orang dalam pengawasan (ODP) mencapai 980 jiwa, dan ODP yang selesai pemantauan sebanyak 561 orang. Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul belum bisa memastikan berapa angka pemudik yang menjadi ODP. Namun dipastikan tidak semua pemudik pulang kampung berstatus ODP.

Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengungkapkan pemudik yang diberi status ODP yakni mereka yang berasal dari zona merah, terjadi transmisi lokal dan mengalami gejala. Dengan melihat data itu, Tim Gugus Tugas Covid-19 Gunungkidul menetapkan pemudik dalam status ODP.

"Pemudik dimasukkan dalam status ODP jika memiliki gejala demam, batuk atau nyeri tenggorokan serta pilek dan berasal dari daerah yang telah terjadi transmisi lokal," kata Dewi saat ditemui Harian Jogja, Selasa.

Meski demikian, Dewi juga menegaskan tidak semua pemudik yang datang dari zona merah atau daerah dengan transmisi lokal langsung menjadi ODP. Sebab, penentuan ODP tetap harus mengacu pada gejala yang dimiliki. "Jika ada gejala akan berstatus ODP, jika tidak ada gejala ya tidak," katanya.

Pemkab Gunungkidul saat ini mewajibkan warga yang pulang dari perantauan untuk menjalani isolasi mandiri selama 14 hari sesuai protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Menurut Dewi, aturan tersebut harus dipatuhi seluruh pemudik. "Kepatuhan masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah penularan," ujarnya.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gunungkidul mencatat hingga Senin (27/4) jumlah pemudik yang kembali ke kampung halamannya mencapai 11.253 jiwa, dengan sebaran terbanyak ada di Kecamatan Semin, Ponjong, Playen, Ngawen dan Wonosari.

Kepala Diskominfo Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, menyatakan jajarannya tak bosan mengingatkan kepada para pemudik yang masih berada di perantauan untuk tidak mudik sesuai anjuran Pemerintah Pusat. “Kami terus berkoordinasi dengan Ikatan Keluarga Gunungkidul [IKG] yang berada di sejumlah kota di Indonesia dan terus mengimbau agar anggota IKG yang berada di perantauan untuk tidak mudik demi mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” kata Kelik.