Rotary Jaga Keberlanjutan Supply Chain Pangan

Perwakilan dari Rotary Club of Jogja Merapi secara simbolis memberikan bantuan di Gunungkidul belum lama ini./ Ist. - Rotary Club of Jogja Merapi
30 April 2020 07:22 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pangan merupakan esensi keberlanjutan masyarakat. Meski dalam situasi kebencanaan, ketersediaan pangan masyarakat menjadi tumpuan utama.

Ratri, Presiden Rotary Club of Jogja Merapi mengatakan upaya menjaga kesehatan para pelaku yang terlibat dalam supply chain pangan menjadi langkah kritis. "Ini sebagai upaya mitigasi yang bertujuan menjaga ketersediaan pangan masyarakat, utamanya yang berada di wilayah DIY," kata dia, Rabu (29/4).

Ia mengatakan pasar merupakan ruang pertemuan antara produsen, pemasok, pedagang, dan konsumen akhir. Pasar-pasar di perdesaan Gunungkidul menjadi ruang publik di mana orang-orang yang terlibat di supply chain pangan bertemu dengan konsumen ataupun distributor.

Sebagai ruang publik yang menjadi penyangga distribusi pangan, pasar menjadi ruang yang rentan penyebaran virus Covid-19. Terlebih, Gunungkidul menjadi wilayah tujuan pemudik yang berasal dari wilayah perkotaan yang terlebih dahulu menjadi zona merah. 

Berdaya Dalam Bahaya merupakan program strategis yang digagas Rotary Club of Jogja Merapi. Program ini ditujukan pada kelompok rentan yang menjadi bagian dalam supply chain pangan di Gunungkidul. Program ini merupakan program lanjutan dari pilot project sebelumnya di Pasar Janten, Wedomartani, Sleman pada 29 Maret 2020.

Program ini dijalankan di tiga pasar perdesaan di Gunungkidul. Program yang pertama dijalankan pada 24 April 2020 di Pasar Sompil, Logandeng, Playen, Gunungkidul. Program kedua dan ketiga dijalankan pada 26 April 2020 di Pasar Wage Wonontoro di Dusun Tenggaran, Gedangrejo, Karangmojo dan Pasar Ngenep di Desa Dadapayu, Semanu.

Aktivitas di ketiga pasar antara lain pembagian masker, tempat cuci tangan portabel, serta kampanye edukasi mengenai perlunya tidakan pencegahan seperti mencuci tangan, berjualan dan berproduksi secara higienis, dan lain sebagainya. “Membangun kesadaran tentang pentingnya menjaga higienisitas diri dan meminimalkan penularan Covid 19 menjadi arus utama, mengingat produsen dan pedagang merupakan tulang punggung dalam distribusi pangan kita. Melindungi diri sendiri merupakan upaya melindungi orang lain juga,” kata dia.