Anggota DPR RI Kritik Banyaknya Pedagang Pasar di Sleman Berjejalan & Tak Pakai Masker

Anggota DPR Esty Wijayati (ketiga dari kiri) saat mengedukasi masyarakat untuk tetap menggunakan masker di Pasar Tanjung Tirto, Berbah, Jumat (1/5/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak\\n
01 Mei 2020 14:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Banyak warga yang masih acuh tak acuh dengan Covid-19. Salah satunya di Pasar Tanjungtirto, Berbah, di mana sebagian besar pengunjung dan pedagang tidak menggunakan masker.

Anggota DPR Esty Wijayati mengatakan dari hasil pantauan di sejumlah pasar di DIY masih banyak ditemukan baik pedagang maupun pembeli yang tidak menggunakan masker. Hal itu mencerminkan warga mulai acuh tak acuh dengan pandemi Covid-19. "Kalau warga mulai tidak peduli terhadap anjuran pemerintah, maka perlu terus dilakukan upaya-upaya penyadaran oleh satgas [Gugus Tugas Penanganana Covid-19]," katanya saat ditemui di Pasar Tanjung Tirto, Berbah, Jumat (1/5/2020).

Menurut dia, penggunaan masker dan rajin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer dibutuhkan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dia meminta agar Gugus Tugas Penanganana Covid-19 terutama di tingkat desa lebih aktif menyosialisasikan dan bersikap tegas agar masyarakat bisa mematuhi anjuran pemerintah.

"Memang sudah ada spanduk di dekat pintu masuk. Tapi faktanya, orang tidak membaca itu. Pedagang banyak tidak menggunakan masker, penjual bahkan ada anak-anak kecil yang masuk ke pasar tanpa masker. Banyak juga yang tidak menjaga jarak [berkerumun]," katanya.

Dia berharap Gugus Tugas Penanganana Covid-19 terus mengingatkan warga menggunakan masker dan menerapkan physical distancing. Jika perlu, ada aturan yang tidak menggunakan masker dilarang masuk.

Jika tidak menggunakan masker tidak boleh berjualan di pasar. "Tim juga harus aktif. Kalau perlu pakai pengeras suara untuk mengingatkan warga. Kami bersama kader PDI Perjuangan tadi mengedukasi warga dan membagikan masker kepada pedagang dan pembeli yang tidak menggunakan masker," kata Esty.

Kepala Disperindag Sleman Mae Rusmi Suryaningsih mengklaim telah sudah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) bagi masyarakat dan komunitas yang akan masuk ke pasar-pasar tradisional. Mulai aturan mencuci tangan empat jam sekali dengan sabun dan menjaga jarak (physical distancing), penggunaan masker hingga penyemprotan disinfektan di sekitar pasar.

Meski begitu dia tak menampik belum semua pedagang dan pembeli yang masuk ke pasar menggunakan masker. Untuk itu dinasnya akan terus mengedukasi komunitas pasar agar mereka bisa terhindar dari paparan virus Corona. "Kami imbau terus-menerus. Pedagang di pasar-pasar tradisional sudah 80 persen melaksanakan SOP ini," katanya.