Satu RT di Kokap Isolasi Mandiri Gara-gara Ada Warga Sesak Napas saat Azan di Masjid

Sejumlah warga menjaga posko darurat yang dibangun di pintu masuk menuju RT 89, Dusun Anjir, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Minggu (3/5/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara\\n
04 Mei 2020 09:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Puluhan warga di Dusun Anjir, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, kini menjalani isolasi mandiri lantaran telah melakukan kontak langsung dengan seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) reaktif COVID-19.

Warga yang menjalani isolasi mandiri itu bermukim di wilayah RT 89, dusun setempat. "Jumlahnya sebanyak 10 keluarga atau total 47 jiwa, yang terdiri dari anak-anak sekitar 10 orang, lanjut usia 13 an orang dan sisanya usia produktif," ujar Dukuh Anjir, Saifudin, Minggu (3/5/2020) sore.

Adapun mereka harus mengakarantina diri selama 14 hari di rumahnya masing-masing terhitung sejak Sabtu (2/5/2020) kemarin. Musababnya mayoritas warga di RT tersebut telah berinteraksi dengan seorang warga dusun tetangga pun kalurahan, yakni Dusun Bibis, Kalurahan Hargowilis, Kokap berinisial T. Belakangan T dimasukkan dalam kategori PDP karena reaktif COVID-19 berdasarkan tes cepat atau rapid test.

Saifudin menerangkan, T merupakan peserta Ijtima Ulama Dunia Gowa, yang telah pulang ke Bibis sejak 27 Maret 2020. Sepengetahuannya, T sudah menjalani isolasi mandiri dan kembali aktif dalam kegiatan sosial masyarakat sejak pertengahan April kemarin. T diketahui aktif dalam kegiatan peribadatan di masjid al-Fatah, yang berlokasi RT 89. Masjid itu dipilih T karena dekat dengan tempat tinggalnya meski sejatinya sudah beda kalurahan.

Mulanya, aktivitas T sejak pulang dari Gowa berjalan seperti biasa. Ia juga tidak menunjukkan gejala penyakit yang menjurus ke tanda-tanda terjangkit COVID-19. Namun semua itu berubah pada Senin (27/4/2020) petang. T yang tengah mengumandangkan azan magrib di masjid Al-Fatah, mengalami batuk dan sesak nafas. Hal itu diketahui oleh ketua RT setempat yang kemudian melapor ke Saifudin.

"Ketua RT 89, cerita ke saya. Katanya pas azan magrib, beliau [T] ini batuk dan nafas terganggu. Kemudian saya minta yang bersangkutan [T] untuk segera cek kesehatan," ujarnya.

Pada Selasa (28/4/2020) sore, T melakukan cek kesehatan di RSUD Wates. Oleh pihak RSUD kata Saifudin, T diberi obat dan diminta pulang untuk karantina mandiri di rumah. "Nah setelah itu pada Jumat (1/4/2020) sore saya ditelpon pihak Puskesmas Kokap, mereka tanya siapa aja yang sudah interaksi dengan beliau [T]. Karena ternyata beliau ini reaktif corona dan langsung dijemput untuk menjalani perawatan di RSUD Wates malam itu juga," terangnya.

Usai memperoleh kabar T reaktif corona, Saifudin segera melakukan pendataan terhadap siapa saja yang berinteraksi dengan PDP tersebut. Karena T kerap beraktivitas di wilayah RT 89, maka seluruh warga RT itu diminta untuk isolasi mandiri sembari menunggu hasil tes swab terhadap T.

Untuk mengantisipasi keluar masuknya warga maupun pendatang dari dan ke wilayah RT 89, pihak dusun telah membuat posko darurat di jalan masuk menuju RT tersebut.

Terkait kebutuhan sehari-hari warga yang menjalani isolasi, sementara akan dicukupi secara mandiri oleh warga RT 89. Pihak dusun dalam waktu dekat ini juga akan membuka pintu donasi bagi siapapun yang ingin menyalurkan bantuan kepada warga RT 89.

"Dari dusun nanti akan diusahakan lewat pembukaan pintu donasi, dan informasi yang saya terima dari Kalurahan Hargorejo sudah siapkan dana untuk memenuhi kebutuhan warga yang dikarantina itu, tapi belum dipastikan berapa nominalnya," ucapnya.