Masker Medis Mulai Dijual, Pembelian Tetap Dibatasi

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
08 Mei 2020 23:12 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, masyarakat mulai sulit memperoleh masker medis dan hand sanitizer. Setelah sekian lama langka, kedua alat kesehatan tersebut kini mulai tersedia di sejumlah apotek. Meski demikian, pembelian masih tetap dibatasi.

Penanggung jawab Apotek Saras Wonosari, Novi Nurhayati, mengungkapkan masker dan hand sanitizer mulai tersedia. Berbeda dengan hand sanitizer yang sudah dijual bebas, pembelian masker medis masih dibatasi. "Kalau hand sanitizer stoknya banyak, tetapi masker medis masih kami batasi penjualannya untuk umum," kata Novi, Jumat (8/5/2020).

Selain pembeliannya dibatasi, harga masker medis pun masih relatif mahal. Apotek saras, menurut Novi, mematok harga Rp220.000 per boks isi 50 lembar dan Rp160.000 per boks isi 20 lembar masker. Harga juga berbeda sesuai merek dan produsen. "Pembelian untuk masyarakat umum maksimal lima lembar. Kalau hand sanitizer harganya sekitar Rp100.000 per 500 mililiter, tetapi harga juga tergantung merek," paparnya.

Meskipun ada pembatasan pembelian, Novi mengungkapkan pihaknya menyediakan masker kain yang bisa diakses oleh umum secara bebas. Masker kain tersebut berasal dari para perajin lokal yang selama masa pandemi ini giat memproduksi pengganti masker medis yang langka.

Salah satu perajin masker kain, Etik Diana, mengungkapkan saat masker medis sulit diperoleh dia bersama pegawainya membuat masker dari kain hingga 300 potong setiap hari. Ia mamatok harga Rp5.000 per potong. Namun untuk saat ini permintaan masker kain kian menurun. "Mungkin stok masker medis mulai normal," katanya.