Antisipasi Klaster Besar Baru, Bantul Rencanakan Tambahan RS Rujukan

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
10 Mei 2020 13:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul bakal mengusulkan penambahan rumah sakit rujukan ke Pemda DIY guna menampung pasien Covid-19. Rencana tersebut sebagai bentuk antisipasi kemungkinan adanya peningkatan pasien Covid-19, terutama dari klaster besar seperti klaster Indogrosir Sleman dan klaster jemaah tablig akbar Jakarta.

“Sebelum adanya klaster Indogrosir sebenarnya kami sudah berencana untuk menambah rumah sakit swasta yang sudah ada di Bantul sebagai tempat rujukan Covid-19 medium seperti rumah sakit lapangan [Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 Bambanglipuro],” kata Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso, Minggu (10/5/2020).

Akan tetapi Sri Wahyu belum bisa menyebut berapa rumah sakit tambahan yang disiapkan untuk diusulkan dan mana saja rumah sakitnya. Pihaknya sudah melaukan pembicaraan dengan manajemen sejumlah rumah sakit swasta terkait kesiapan menjadi rumah sakit rujukan Covid-19 tersebut.

Menurut dia, sejumlah rumah sakit swasta itu masih mempertimbangkannya “Tanggapan rumah sakit masih mempertimbangkan karena banyak syarat dari mulai pemenuhan sarana dan prasarana, ruangannya gimana, sumber daya manusianya. Karena masing-masing rumah sakit memiliki kemampuan yang berbeda,” ujar Sri Wahyu.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa dokter Oky itu mengatakan sembari menunggu kesiapan tambahan rumah sakit rujukan Covid-19, Pemkab sudah melakukan langkah-langkah agar semua pasien Covid-19 tertangani dengan baik tanpa ada yang tercecer.

Upaya itu di antaranya menjadikan satu ruangan semua pasien yang masuk kategori orang tanpa gejala (OTG) yang hasil rapid test menunjukan reaktif seperti yang dilakukan di RSLKC.

Kondisi tersebut sama halnya yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta dengan menyiapkan Wisma Atlet untuk menampung OTG dalam satu bangsal atau tidak melalui satu orang satu ruangan. Namun untuk Bantul ada perbedaan. Hanya OTG dari satu klaster yang disatukan dalam satu tempat sambil menunggu tes swab. Bagi yang berbeda klaster akan tetap dipisah.

Oky mengaku sejauh ini, Bantul belum kewalahan dalam menangani pasien Covid-19. Bahkan RSPAU Dr. Hardjolukito, kata dia, masih memiliki banyak ruang isolasi yang siap pakai, demikian pula RS Elisabeth dan RSUD Panembahan Senopati Bantul. “Yang sudah penuh RS PKU Muhammadiyah Bantul,” kata Oky.

Berdasarkan data Per Sabtu (9/5/2020) pasien terkait Covid-19 yang dirawat di rumah sakit rujukan sebanyak 22 orang yang positif terinfeksi Covid-19, pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 21 orang, dan orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak empat orang. Saat ini mereka semua tersebar di rumah sakit rujukan Covid-19.

Khusus rumah sakit yang merawat pasien positif Covid-19 dari Bantul, masing-masing adalah RSUD Panembahan Senopati Bantul merawat enam orang, RSLKC Bambanglipuro 10 orang, RSPAU Dr. Hardjolukito dua orang, RS Bethesda satu orang, RS JIH dua orang, dan RS PKU Muhammadiyah Bantul satu orang.