Sekelompok Remaja di Kulonprogo Ini Isi Ramadan dengan Siaran Radio

Remaja Masjid Al/Hikmah, Toyan saat mengisi siaran RKSR di Kompleks masjid setempat (ist).
11 Mei 2020 09:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Remaja Masjid Al-Hikmah, Dusun Toyan, Kalurahan Triharjo, Kapanewon Wates, punya cara tersendiri untuk mengisi kegiatan Ramadan. Selama sebulan penuh, mereka yang mayoritas masih pelajar tingkat SMP-SMA itu secara bergiliran, bertugas menjadi penyiar di stasiun radio yang dimiliki masjid tersebut.

Stasiun radio itu bernama Radio Komunitas Swara Ramadan atau biasa disingkat RKSR. "Selama bulan puasa, kami memang ada unit kegiatan khusus yakni RKSR, di sini penyiarnya adalah para remaja masjid Al-Hikmah," ujar Pembina RKSR, Sri Agung Pangarso, saat ditemui Harian Jogja, belum lama ini.

Pria yang akrab disapa Agung itu menerangkan, RKSR pertama kali mengudara pada 2005 silam. Kelahiran RKSR berawal dari banyaknya remaja yang melaksanakan kegiatan keislaman di Masjid Al-Hikmah saat Ramadan. Mereka biasa menghabiskan waktu malamnya untuk berjaga di masjid, rata-rata seusai tadarus sampai menjelang sahur.

Dari situ, Agung yang juga menjadi salah satu pencetus lahirnya RKSR itu berpikiran bahwa selama begadang di masjid, perlu ada media, yang bisa menjadi wadah silaturahim dan berbagi informasi kegiatan Ramadan yang ada di masing-masing masjid khususnya di wilayah Wates Selatan.

"Di sisi lain juga untuk melatih kemampuan berbicara, yang nantinya akan sangat bermanfaat di masa depan," tutur Agung.

Gayung bersambut, ide itu ternyata disetujui oleh seluruh remaja masjid dan pengurus Masjid Al-Hikmah. Dari situ, Agung bersama rekan-rekan remaja masjid kala itu, lantas mencari lokasi untuk siaran sekaligus peralatan siar.

Dijelaskan Agung, RKSR dipancarsiarkan dari Gedung Multiguna, Studio 2, Lantai 2 Komplek Masjid Al Hikmah, Toyan. Saat ini penyiarnya sebanyak 10 orang yang seluruhnya adalah remaja masjid setempat.

RKSR mengudara di frekuensi 88 Mhz FM Siarannya berlangsung sejak pukul 16.00 sampai 01.00 WIB. Programnya meliputi Kembang Gula (Kumpulan Tembang dan Lagu Lama), Kajian Remaja (Live) dari Serambi Masjid Setiap Sabtu, Kolaq Jamur (Koleksi Lagu Request, Jamaican Music Reggae) Malam Ahad, hingga Saum (Syair Untuk Malam).

Namun untuk tahun ini terdapat banyak perubahan yang dilakukan RKSR untuk menyikapi adanya pandemi covid-19. Perubahan pertama yaitu soal, jangkauan siaran yang semula 7 km kini hanya 3 km.

Jam siar juga diubah. Jika sebelumnya ada siaran sejak sore hingga sahur, kini dipangkas hanya antara pukul 21.00 - 01.00 WIB dengan dua sesi siaran. Sesi pertama adalah jam 21.00 -23.00 WIB dengan program Kolaq (Koleksi Lagu Request) dan pukul 23.00 - 01.00 WIB dengan program Saum (Syair Untuk Malam). Di kedua program ini, diselipkan tips-tips menjaga kesehatan selama puasa, hingga imbauan kepada masyarakat untuk senantiasa menerpkan protokol kesehatan dalam upaya mengantisipasi penyebaran virus corona.

"Ada pengurangan program karena sekarang kami mengalami keterbatasan penyiar, kalau malam kan sebagian penyiar ada yang ikut jaga malam di dusun," ucapnya.

Meski demikian, Agung menyatakan, radio tersebut, tidak sepi peminat. Selama mengudara, Radio Komunitas Suara Ramadan 88 Mhz FM mendapat sambutan yang cukup baik. Banyak pendengar yang memberikan perhatian dengan request lagu melalui Aplikasi Whatsapp maupun lewat request card yang disediakan di studio.

RKSR kini juga membuka siaran Streaming di rksr88mhz.listen2myradio.com. Pendengar dari berbagai tempat seperti dari papua bahkan hingga malaysia berkesempatan memberikan atensi berupa request atau kirim salam saat siaran berlangsung.

Salah satu pendengar dari Papua, Kusuma Dwi Cahyo mengatakan, mendengarkan RKSR merupakan pelipur rindu terhadap kampung halamannya di Kulonprogo. Menurutnya radio ini sangat bermanfaat bagi para perantau seperti dirinya.

"Saya bisa mendengarkan siaran radio dari kampung halaman sekaligus tahu kabar beritanya. Semoga radio ini tetap terus mengudara," ujarnya.