DIY Akan Rapid Test di Pasar Tradisional & Supermarket

Kadarmanta Baskara Aji. - Harian Jogja/Desi Suryanto
13 Mei 2020 17:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--DIY belum berencana menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Namun akan memperbanyak rapid test massal dengan menyasar pasar tradisional dan supermarket.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji memastikan hingga saat ini DIY belum akan mengajukan PSBB, sehingga masih dalam posisi status tanggap darurat. Melalui rapat koordinasi bersama kabupaten, DIY akan melakukan pengembangan terhadap rapid test secara massal, terutama di tempat keramaian. Para bupati sudah menyatakan kesepakatannya untuk melakukan tes massal di supermarket, pasar tradisional dan tempat kerumunan masyarakat lainnya.

"Ini akan segera dimulai, di kabupaten kota sudah ada stok rapid test. Nanti akan segera dihitung kekurangannya berapa, Bapak Gubernur sudah memerintahkan kepada Kepala BPBD untuk koordinasi dengan BNPB," katanya, Rabu (13/5/2020).

Aji mengatakan terkait target jumlah sasaran warga yang dilakukan rapid test akan menyesuaikan dengan kondisi objek. Jika pasar yang disasar maka akan menyesuaikan dengan jumlah orang di pasar tersebut dengan diambil sampel. Melalui pengambilan sampel secara acam diharapkan dapat menemukan apakah di supermarket atau pasar tradisional tersebut ada penularan Covid-19 atau tidak. Melalui hasil reaktif rapid test akan dilakukan swab PCR, jika ditemukan ada yang positif hasil laboratorium akan dilakukan tracing.

"Misal pasarnya kecil ya jadi pengunjung dan penjual bisa diambil sampel berapa, misal 500 atau 200, lalu di supermarket nanti pengunjung dan karyawan juga," ucapnya.

Ia mengatakan tidak semua hasil yang reaktif masuk ke rumah sakit, namun akan ditempatkan khusus ruang isolasi yang disiapkan. Seperti Sleman sudah menyatakan siap menyiapkan asrama haji, wisma sembada dan sebuah gedung milik pemerintah di Kalasan. Kemudian Bantul telah menyiapkan beberapa tempat dan Kota Jogja menyiapkan wisma PU, begitu juga dengan Gunungkidul juga siap.

"Jadi tidak semua harus masuk rumah sakit karena yang bersangkutan sebenarnya tidak sakit. Hanya memang harus melakukan isolasi diri supaya tidak ada penularan," katanya.