Gegara Asap Karhutla, Batik Air Batal Terbang dan Lion Air Putar Balik ke Makassar
Kabut asap dan angin kencang mengganggu penerbangan di Palu. Batik Air batal terbang, Lion Air kembali ke Makassar, dan Wings Air ke Tolitoli dibatalkan.
Suasana pondokan di sebuah lahan kosong di Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Rabu (13/5/2020). Pondokan tersebut dibuat perangkat desa untuk tujuh warga Dukuh Rejodani yang baru pulang dari Medan. - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)
Harianjogja.com, SLEMAN - Masyarakat di Dusun Rejodani, Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman bergotong royong membangun pondokan berukuran 3x6 meter di sebuah lahan kosong yang digunakan untuk tujuh orang warganya yang baru saja pulang dari Medan. Hal itu dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman warganya yang baru datang dari luar kota.
Dukuh Rejodani 2 Hendriyan Wiprantoko menjelaskan, masyarakat cukup terbuka dengan kedatangan tujuh orang warga kampung mereka. Pihaknya mengatakan sengaja mendirikan pondokan tersebut karena tujuh orang ini lebih nyaman tinggal di sekitar kampung daripada di Asrama Haji.
"Kami menerima warga ini yang datang dari luar kota, tapi tetap menjalani protokol penanganan Covid-19, yaitu dengan karantina mandiri selama 14 hari," kata Hendriyan, ditemui SuaraJogja.id, Rabu (13/5/2020).
Menurut keterangannya, karantina mandiri bagi warga yang datang dari luar kota bisa dilakukan di rumahnya sendiri atau di tempat yang disediakan pemerintah atau pemangku wilayah.
"Jadi pondokan tersebut kami buat ketika warga kami akan kembali ke sini [dari Medan]. Pondokan kami buat selama satu pekan. Kami bangun di lahan kosong yang berada di sisi paling utara Dukuh," kata dia.
Selama warga yang pulang kampung menjalani isolasi mandiri, warga lainnya serta pemangku wilayah tetap mengirim logistik untuk keperluan keseharian mereka. Hingga kini ketujuh warga Rejodani tersebut sudah menempati lokasi pondokan selama empat hari.
"Mereka sudah empat hari menjalani karantina. Selain itu uji rapid test sudah kami lakukan terhadap warga ini dan hasilnya non-reaktif, tapi tetap harus menjalani karantina terlebih dahulu," katanya.
Seorang warga yang berkesempatan diwawancarai dengan jarak aman menjelaskan bahwa kegiatannya selama di Medan adalah untuk bekerja.
"Kami mendapat pekerjaan mengukur tanah untuk perbaikan Sungai Deli di Medan. Jadi kami mengukur untuk pertama kali tingkat elevasi tanah, air serta bentuk sungai itu. Pekerjaan targetnya tujuh hari, tapi kami bisa selesaikan selama enam hari," ungkap Duri.
Hingga kini, Duri beserta keenam rekannya mengaku tak memiliki gejala yang mengarah pada Covid-19. Seluruhnya beraktivitas seperti biasa selama empat hari mengisolasi diri.
"Kondisi kami juga baik, tidak ada rasa sakit atau gejala seperti batuk, pilek, itu tidak ada. Kami juga sudah menjalani rapid test dan hasilnya tidak reaktif. Kami cukup senang berada di tempat ini, karena dekat juga dengan kampung kami," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kabut asap dan angin kencang mengganggu penerbangan di Palu. Batik Air batal terbang, Lion Air kembali ke Makassar, dan Wings Air ke Tolitoli dibatalkan.
Polda DIY dan BNNP DIY merazia tempat hiburan malam di lima wilayah. Sebanyak 58 orang diperiksa, satu orang di Sleman positif amphetamine.
Pupuk Indonesia menyiapkan penyaluran pupuk subsidi melalui KDMP. Petani terdaftar cukup menunjukkan KTP dan menebus sesuai HET
PINSAR Indonesia menggelar Chicken and Egg Run 2026 di Jogja untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konsumsi protein ayam dan telur.
Pendaftaran bansos BPNT dan PKH 2027 melalui Perlinsos Digital mewajibkan registrasi ulang. Simak syarat, cara daftar, dan cek desil DTSEN.
BPK menemukan dua pelaku usaha menerima fasilitas tax holiday meski telah berproduksi komersial sebelum mengajukan permohonan.