Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Anak-anak sedang bermain di sekitar Rusunawa, di Desa Karangrejek, Wonosari, Jumat (18/5/2018)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul masih menunggu kepastian terkait dengan usulan pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) baru. Meski demikian, dari sisi desain dinilai lebih bagus karena rumah susun ini memiliki fasilitas yang lebih lengkap.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Eddy Praptono, mengatakan usulan pembangunan rusunawa sudah diajukan ke Pemerintah Pusat. Hanya saja, untuk kepastian apakah disetujui atau tidak belum mengetahui. “Kami masih menunggu kepastian. Yang jelas kami sudah menyediakan lokasinya,” kata Eddy kepada wartawan, Kamis (21/5/2020).
Menurut dia, lokasi rusunawa baru berada di Dusun Tawarsari, Desa Wonosari, tepatnya di sekitaran gudang milik DPURKP. “Kalau jadi dibangun, maka gudang untuk perbaikan alat berat dipindah,” ungkapnya.
Meski belum ada kepastian, Eddy menuturkan rusunawa ini lebih baik ketimbang yang ada di Desa Karangrejek, Wonosari. Dari sisi bangunan, ia mengakui tidak berbeda karena dibuat bertingkat. Namun dari sisi kelengkapan rusunawa baru akan lebih lengkap karena tidak hanya fasilitas kamar, tetapi juga dilengkapi dengan tempat tidur hingga peralataan untuk memasak. “Ya mirip apartemen karena penghuni tinggal menempati. Ini beda dengan Rusunawa Karangrejek, sebab penghuni harus mengisi peralatan dulu baru tinggal,” katanya.
Eddy menambahkan rusunawa mirip apartemen ini sudah dibangun di Kabupaten Bantul. “Mudah-mudahan bisa disetujui karena dengan dibangunnya rusunawa ini bisa memberikan fasilitas perumahan yang layak bagi warga berpenghasilan rendah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
RSUD Panembahan Senopati Bantul meluncurkan Si Banter untuk mempermudah pembayaran tagihan rumah sakit melalui digitalisasi dan QRIS.
Prabowo menyebut Indonesia menghabiskan hingga Rp535 triliun per tahun untuk impor BBM. Pemerintah mendorong kendaraan listrik dan EBT.