Ada Pandemi Corona, Narapidana Rutan Kelas II B Wates Lancar Bikin Alat Kebersihan

Sapu buatan warga binaan Rutan Kelas II B Wates sebelum disetorkan kepada pihak ketiga, Rabu (20/5/2020). - ist/dok
22 Mei 2020 11:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Pandemi Coronavirus Disesase 2019 (Covid-19) tak menghentikan aktivitas warga binaan di Rumah Tahanan Kelas II Wates dalam mengikuti program pembinan dan keterampilan. Selama menjalani masa tahanan, mereka tetap berkarya, dengan membikin berbagai macam perkakas, salah satunya sapu lidi dan ijuk.

Alat-alat itu, kemudian dijual melaui pihak ketiga yang telah bekerja sama dengan Rutan Kelas IIB Wates. "Seperti kemarin Rabu, warga binaan sudah memproduksi 300 sapu dengan rincian 200 sapu lidi dan 100 sapu ijuk untuk dijual lewat pihak ketiga," ujar Kepala Rutan Kelas IIB Wates, Deny Fajariyanto, Kamis (21/5/2020).

Pihak ketiga yang merupakan UMKM lokal Kulonprogo yang bergerak di bidang penjualan perkakas rumah tangga itu sebelumnya menyetorkan bahan baku pembuatan sapu kepada Rutan. Setelah itu proses produksi dikerjakan langsung oleh warga binaan.

"Pihak ketiga akan kembali mengambil dan menjualnya setelah bahan baku tersebut selesai diproduksi. Dalam kerja sama ini, pihak Rutan Wates dan pihak ketiga menggunakan sistem bagi hasil," ujar Deny.

Produksi sapu ini merupakan program pembinan ketrampilan yang dijalankan Rutan Kelas IIB Wates. Dalam pelaksanaannya, Rutan menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK) Kulonprogo yang berperan memberikan pelatihan keterampilan.

Setelah mendapatkan pelatihan keterampilan, warga binaan dapat mempraktikkan ilmu yang mereka pelajari selama berada di Rutan. Hasilnya, Warga Binaan dapat memproduksi sapu untuk dijual dan nantinya Warga Binaan yang telah bebas dapat mengembangkan keterampilanya untuk terus berkarya.

Selain produksi sapu, warga binaan juga diajari berbagai macam keterampilan, mulai dari menjahit, pertanian hingga pertukangan. Untuk pertukangan, warga binaan sudah lama membuat kusen yang hasilnya diberikan kepada masyarakat Kulonprogo penerima program bedah rumah. Program itu bekerjasama dengan Pemkab Kulonprogo selaku penyelenggara kegiatan bedah rumah.

Salah satu penghuni Rutan Klas IIB Wates, Sugito, 50, mengaku senang mendapatkan program pembinaan seperti ini. Ia bisa memanfaatkan waktu yang ada untuk mengasah keterampilan. Selepas bebas nanti, Sugito juga berencana membuka usaha pembuatan kusen. “Lumayan juga dapat premi. Ada tabungan setelah keluar dari sini,” katanya.