Sudah Sebulan Lebih, Petugas Piket Posko Covid-19 Belum Disiplin Pakai Masker

Suasana warga Dusun Sedan, Sariharjo, Ngaglik, Sleman dalam kegiatan penjagaan posko Covid-19, Senin (25/5/2020).Harian Jogja - Ist
26 Mei 2020 00:37 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Sejak sebulan lalu, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Dusun Sedan, Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman telah mendirikan posko penjagaan keamanan untuk warga dalam rangka pencegahan penularan Covid-19. Namun, hal itu dinilai tidak lantas membuat petugas yang berjaga sudah patuh dalam menjalankan protokol pencegahan Covid-19.

Koordinator Satgas Covid-19 Dusun Sedan, Jajang Sukendar mengatakan meskipun penjagaan pos keamanan yang juga difungsikan sebagai poskamling (pos keamanan keliling) sudah berlangsung satu bulan lebih, namun masih ada warga maupun penjaga pos yang tidak mengindahkan protokol kesehatan, seperti tidak memakai masker dan berkerumun.

"Tingkat kesadaran masyarakat masih kurang termasuk warga yang jaga piket juga masih ada yang tidak pakai masker," kata Jajang pada Senin (25/5/2020).

Ia mengakui sebagian warga dan pemuda yang ikut membantu pos jaga masih ada beberapa yang tidak menggunakan masker. Padahal, imbauan terkait hal itu sudah disosialisasikan melalui Ketua RT, Satgas, serta sejumlah spanduk di wilayah tersebut.

Untuk itu, ia akan segera melakukan evaluasi dengan relawan maupun warga agar wajib pakai masker. Sebab, dari hasil pengamatannya, justru pihak lain lebih disiplin memakai masker. "Contoh ojek online menggunakan masker," katanya.

Jajang berharap relawan Satgas Covid-19 Dusun Sedan sebagai garda depan harus bisa memberi contoh. Termasuk dengan peran pengurus RT, RW, dan dusun sangat penting untuk saling mengingatkan warga tentang pentingnya hidup sehat.

Meski begitu, ia menyadari sifat dan karakter tiap warga berbeda-beda. Namun, ia tetap mengapresiasi para relawan di kampungnya yang sudah berkontribusi menjaga kampung secara ikhlas dan semangat.

Imbauan untuk patuh protokol kesehatan bagi petugas jaga posko Covid-19 juga disampaikan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY melalui media sosial. Melalui akun resminya di Twitter, Diskominfo DIY menuliskan sebagai berikut.

"Lur, sadar enggak kalau pos jaga Covid-19 di kampung-kampung saat ini lebih banyak disalahgunakan sebagai tempat nongkrong? Kami ingatkan kembali nggih Lur, pos penjagaan Covid-19 dimanapun itu bukan sebagai tempat nongkrong ya.

Monggo Lur sadar diri untuk menjalankan protokol kesehatan dan imbauan pemerintah dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19."

Kicauan ini juga disertai imbauan bagi masyarakat untuk wajib menggunakan masker kain saat melakukan penjagaan, menjaga jarak fisik dan tidak beranggapan bahwa posko jaga adalah tempat 'nongkrong'.