Soal MBG dan Risiko Keracunan, Pemkab Gunungkidul Hanya Monitoring
Pemkab Gunungkidul menegaskan tidak berwenang memberi sanksi kepada SPPG dalam program MBG karena seluruh pengelolaan berada di BGN.
Ilustrasi bantuan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul mencatat masih ada tiga desa yang belum mencairkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa untuk warga terdampak Covid-19. Tiga desa ini meliputi Kepek dan Karangtengah di Kecamatan Wonosari; serta Desa Watugajah di Kecamatan Gedangsari.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa DP3AKBPMD Gunungkidul, Subiyantoro, mengatakan mayoritas desa di Gunungkidul sudah menyalurkan BLT Dana Desa. Pasalnya, dari 144 desa, hanya tiga desa yang belum mencairkan, sedangan desa lainnya sudah menyalurkan ke masyarakat terdampak. “Tinggal Desa Kepek, Karangtengah dan Watugajah yang belum menyalurkan. Untuk hari ini [Kamis, 28/5/2020] ada 26 desa yang mencairkan tahap pertama sehingga total ada 141 desa yang memberikan BLT Dana Desa,” kata Subiyantoro kepada wartawan, Kamis.
Meski belum mencairkan, tiga desa sudah membuat jadwal penyaluran. Untuk Karangtengah dan Kepek bantuan disalurkan Jumat (29/5), sedangkan untuk Watugajah dijadwalkan pada Sabtu (30/5).
Menurut dia, besaran alokasi dan kuota BLT Dana Desa di setiap desa berbeda-beda disesuaikan dengan peraturan dari Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Sesuai dengan aturan, kuota maksimal 35% dari total pagu anggaran dana desa yang dimiliki di setiap desa. “Jadi kuotanya disesuaikan dengan dana desa yang dimiliki sehingga setiap desa memiliki kuota yang berbeda-beda,” ungkapnya.
Ditambahkan Subiyantoro, BLT Dana Desa diberikan untuk tiga bulan dengan besaran anggaran per bulan Rp600.000 untuk satu keluarga penerima manfaat. Meski masih ada yang belum mencairkan tahap pertama, tetapi sudah ada tiga desa yang menyalurkan tahap kedua ke masyarakat. “Tiga desa ini meliputi Plembutan, Logandeng [Kecamatan Playen] dan Hargomulyo di Kecamatan Gedangsari,” kata dia.
Kepala Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Bambang Setiyawan, saat dikonfirmasi membenarkan desanya belum mencairkan BLT Dana Desa. Menurut dia, hal itu bukan masalah karena proses penyaluran sudah terjadwal. “Besok [Jumat] kami cairkan. Jadi, tidak ada masalah dalam penyaluran karena juga sudah melalui rapat dengan BPD,” katanya.
Bambang menuturkan di Desa Kepek ada 98 warga yang berhak menerima BLT Dana Desa. “Jumlahnya kami sesuaikan denga aturan karena anggaran dana desa kurang dari Rp1,2 miliar, maka alokasinya hanya 30 persen,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menegaskan tidak berwenang memberi sanksi kepada SPPG dalam program MBG karena seluruh pengelolaan berada di BGN.
Road trip makin populer di 2026. Simak 5 tips persiapan sebelum perjalanan jarak jauh
Prabowo menyebut negara menanggung penuh iuran JKN bagi 96,8 juta warga tidak mampu dan membangun 66 RSUD di berbagai daerah.
Kemendagri membuka Program Masadagri Batch III 2026 dengan 65 posisi magang di 12 unit kerja. Pendaftaran dibuka 15-19 Agustus 2026 untuk mahasiswa D4 dan S1.
Festival seni rupa ARTJOG kembali digelar di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta. Berlangsung sejak 19 Juni hingga 30 Agustus 2026
Desain iPhone 17 Pro kini menginspirasi HP Android. Huawei Nova 16 SE, Itel Power 80, HMD Asha 305, dan Oppo A7 Pro Max hadir dengan harga mulai Rp1 jutaan.