Sekolah Tetap Diminta Layani PPDB Offline

Sejumlah siswa melakukan verifikasi berkas untuk mendaftar SMA/SMK di Balai Dikmen Gunungkidul, Jumat (21/6/2019). - Harian Jogja/Dok
02 Juni 2020 07:27 WIB Ujang Hasanudin & Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul meminta sekolah tetap melayani pendaftaran secara langsung di sekolah atau offline dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2020/2021. Pasalnya, tidak semua sekolah di Bumi Projotamansari dapat memgakses jaringan Internet seperti di wilayah pedalaman.

"Kami melihat kondisi riil karena tidak semuanya bisa terkoneksi [Internet] dengan baik. Makanya pihak sekolah harus siap memberikan pelayanan langsung," kata Kepala Disdikpora Bantul,  Isdarmoko, saat dihubungi Senin (1/6/2020).

Namun Isdarmoko tidak menyebutkan jumlah sekolah yang terkendala jaringan Internet. Isdarmoko mengatakan layanan pendaftaran langsung di sekolah tetap harus diterima dengan sejumlah catatan, yakni mengedepankan protokol kesehatan untuk menghindari penyebaran Covid-19, di antaranya tidak ada kerumunan, menjaga jarak, menyediakan pemeriksaan suhu, dan menyediakan tempat cuci tangan serta hand sanitizer.

Dinas Pendidikan tetap berharap semua pendaftaran dilakukan secara daring dan bisa diakses dari rumah sehingga calon siswa dan wali calon siswa tidak perlu keluar rumah,  kecuali Kelas Khusus Olahraga (KKO) yang mengharuskan adanya tes fisik. Terdapat empat kelas yang menerima KKO di Bantul,  yakni SMPN 1 Kretek, SMPN 2 Kretek, SMPN 3 Pleret, dan SMPN 3 Imogiri. Masing-masing kelas satu rombongan belajar atau rombel.

Disdikpora sudah menjalin kerja sama dengan perusahaan telekomunikasi untuk memastikan tidak ada gangguan jaringan saat PPDB. Selain itu, pelatihan operator sekolah juga sedang dilakukan dalam menghadapi PPDB.

Ia memastikan jadwal tahapan PPDB tahun ini berjalan sesuai jadwal meski di tengah pandemi Covid-19. Tahun ajaran baru 2020/2021 akan dimulai pada 13 Juli mendatang. PPDB mulai dilakukan pertengahan bulan ini mulai dari sosialisasi, pendaftatan, seleksi, pengumuman, dan daftar ulang.

"PPDB di Bantul ada empat jalur. Yakni jalur zonasi murni 55 persen, jalur afirmasi [kuota warga miskin] 20 persen jalur prestasi 20 persen dan jalur kepindahan tugas atau wali lima persen," ujar  Isdarmoko.

Pendaftaran diawali dari KKO pada 22 Juni, kemudian disusul jalur afirmasi, prestasi, dan jalur kepindahan tugas wali dan guru pada 25-27 Juni. "Kalau tidak bisa diterima di jalur prestasi itu masih diberi kesempatan untuk jalur zonasi murni pada 29 Juni sampai 1 Juli," kata Isdarmoko.

Kepala SMPN 2 Banguntapan, Bantul, Purwanto mengatakan secara umum sudah siap menghadapi PPDB tahun ini. "Kami tinggal menunggu juklak dan juknisnya yang baru akan dirapatkan dengan Disdikpora pada Rabu besok, " kata dia.

Ia memastikan pendaftaran di sekolahnya 100% dilakukan secara daring seperti tahun lalu, kecuali jalur zonasi 500 meter tahun lalu dilakukan offline. Namun tahun ini, kata dia, semuanya dilakukan secara daring termasuk zonasi. Untuk zonasi ada tiga prioritas, yakni prioritas satu untuk semua calon siswa dari wilayah Banguntapan, dan prioritas dua dari wilayah Piyungan dan Dlingo. Sementara perioritas tiga adalah zonasi kabupaten.

Pelatihan Operator

Di Kota Jogja, portal PPDB online mulai dibuka pada Minggu (30/5) dini hari. Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja, Budi Asrori menjelaskan dari segi kesiapan telah melakukan banyak latihan dan demo hingga sosialisasi kepada operator-operator sekolah.

Pelatihan itu diperuntukkan kepada operator-operator sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). "Kalau latihan ya berkali-kali, agar semuanya [operator] bisa," ujarnya.

Latihan tersebut sebagai salah satu upaya membantu operator dalam menghadapi PPDB online tahun ini. Budi menjelaskan dalam demo tersebut, Dinas Pendidikan akan berperan seolah sebagai pendaftar. Selanjutnya para operator sekolah akan bertugas memproses pendaftaran tersebut.

Menurut Budi, tugas operator sekolah seharusnya lebih ringan dengan dilakukannya pendaftaran mandiri oleh calon peserta didik baru. "Lebih ringan karena pendaftar tidak perlu datang ke sekolah, tidak ada proses entri atau verifikasi, tapi langsung sehingga lebih simpel," jelasnya.

Bila tahun-tahun sebelumnya verifikasi calon peserta didik baru harus hadir ke sekolah, tahun ini hal tersebut tidak diberlakukan. Verifikasi sudah dilakukan via online. Namun Budi menjelaskan ada pengecualian untuk pendaftar dari luar kota yang masih harus verifikasi langsung ke Dinas Pendidikan Kota Jogja. "Kalau yang dalam kota kan kami punya datanya. Kalau yang luar kota kan tidak punya datanya, jadi harus datang verifikasi membawa berkas di antaranya rapor," jelas Budi.

Meski begitu, Budi menjamin proses verifikasi bagi calon peserta didik baru tetap memberlakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 karena bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Jogja.

Dari segi perangkat atau infrastruktur maupun teknisi, Budi menjelaskan tidak ada perubahan yang berpengaruh. Ada pun beberapa perubahan terjadi di sektor sistem.

Selain perubahan dalam pelaksanaan verifikasi, tata cara memperoleh akun pun berbeda. Bila tahun sebelum siswa harus melakukan tahap pengajuan pendaftar, saat ini tahap itu diganti dengan pengambilan akun. "Kalau dulu harus mengajukan dulu, sekarang mengambil akun, ada semua di petunjuk teknis, bagaimana cara ambil akun, bagaimana cara ambil kodenya, dan detail lainnya," jelasnya.

Menyangkut persoalan peladen dan koneksi jaringan Internet, Budi berharap tidak ada kendala di sektor tersebut. Meski demikian, Budi mengatakan merunut PPDB online tahun lalu tergolong lancar dan tidak ada kendala di sektor tersebut.

Sementara itu terkait bila adanya gangguan atau kesulitan yang dialami para pendaftar, Budi mengatakan para pendaftar bisa menghubungi SD maupun SMP yang dituju. "Bagi calon peserta didik baru maupun wali, bila menemui kendala dalam proses pendaftaran bisa menghubungi pihak sekolah terdekat, bila terpaksa bisa menghubungi Dinas Pendidikan Kota Jogja," jelasnya.