Sempat Bantu Bungkus Tempe, Salabin Akhiri Hidupnya dengan Cara Gantung Diri

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
02 Juni 2020 13:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Salabin, 42, warga Dusun Banyunganti Kidul, Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo, ditemukan tewas gantung diri, Senin (1/6/2020) malam.

Jasad pria itu ditemukan gantung diri menggunakan tali rafiah di dapur rumahnya, sekitar pukul 21.00 WIB. Jumariah, 40, istri Salabin, merupakan orang pertama yang mendapati suaminya sudah tak bernyawa dengan cara seperti itu.

Jumariah mengungkapkan, sebelum mendapati suaminya tewas bunuh diri, Salabin sempat membantunya membungkus tempe. Aktivitas rutin itu mereka lakukan di ruang tengah rumah sekitar pukul 18.30 WIB sampai bakda isya. Selesai membukus barang dagangan itu, Jumariah, lantas pamit tidur. Ketika itu suaminya masih berjaga ditemani anak mereka.

"Saya cuma tidur sebentar, sebab sekitar pukul 20.30 WIB, anak saya yang paling kecil bangunin, dia nyari bapaknya [Salabin], katanya keluar dan belum pulang," ujar Jumariah.

Jumariah lantas mencari keberadaan suaminya. Namun pencarian itu tak membuahkan hasil dan kemudian pulang. Sesampainya di rumah, Jumariah langsung menuju ke dapur. Niatnya mengambil air minum. Namun tak disangka, Jumariah justru menemukan suami sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan cara gantung diri.

Kasubbag Humas Polres Kulonprogo Iptu I Nengah Jeffry, membenarkan adanya aksi bunuh diri itu. Dia menjelaskan berdasarkan keterangan Tim Inafis Polres Kulonprogo dan dokter Puskesmas Sentolo I, tidak diketemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan baik luka maupun memar di tubuh Salabin. "Sehingga ini murni bunuh diri," ucapnya.

Disinggung mengenai penyebab Salabin nekat melakukan aksi bunuh diri, Jefrry belum bisa menjelaskan. Saat ini, pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada keluarga. "Saat ini masih dalam lidik dan pemeriksaan," jelasnya.