254 Calon Haji Asal Kulonprogo Batal Berangkat ke Tanah Suci

Ibadah haji. - Reuters/Ammar Awad
02 Juni 2020 15:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak 254 calon haji asal Kulonprogo, gagal berangkat ke Tanah Suci setelah Kementerian Agama (Kemenag) membatalkan ibadah haji 2020 karena pandemi Covid-19. Jemaah baru akan diberangkatkan pada tahun depan.

Kepala Seksi Pelayanan Haji dan Umroh Kementerian Agama Kulonprogo, Nur Rahman Sugiharta, mengatakan Kemenag telah memutuskan tidak memberangkatkan jemaah haji 2020 berdasarkan Keputusan Menteri Agama No.494/2020 tentang Pembatalan Pemberangkatan Jemaah Haji.

Keputusan itu diklaim sudah melalui kaijan yang sangat mendalam karena pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan Arab Saudi dapat mengancam keselamatan eamaah. Adapun pengumuman pembatalan yang disampaikan Menag Fachrul Razi itu disiarkan secara live streaming pada Selasa (2/6/2020) pagi.

Imbas pembatalan itu sebanyak 254 calon haji asal Kulonprogo yang sedianya terbang ke Tanah Suci melalui Embarkasi Haji Solo pada 28-29 Juni mendatang dipastikan gagal berangkat.

"Dari jumlah itu 221 orang sudah lunas pembayaran haji tahap pertama, dan 33 lunas tahap kedua, sehingga jika tidak ada pembatalan sebenarnya Kulonprogo memberangkatkan 254 orang," kata Rahman, Selasa.

Rahman mengatakan Kemenag Kulonprogo sudah menginformasikan pembatalan itu ke grup WhatsApp yang berisi jemaah calon haji.

Kemenag juga akan mengadakan sosialisasi tentang pelbagai hal terkait pembatalan itu, seperti mekanisme pengambilan biaya dan rencana pemberangkatan pada tahun depan.

"Bagi yang mau ambil uang pelunasan, dipersilakan, tapi kemungkinan tidak bisa mengikuti kloter tahun depan, sementara yang tidak mengambil uang pelunasan, tahun depan jadi prioritas untuk diberangkatkan.”

Menurut Rahman, pembatalan ini direspons cukup baik oleh jemaah.

"Tadi saya lihat pada nerima, terutama yang tua-tua, sebab ini terkait dengan kesehatan mereka. Tetapi untuk jamaah berusia muda belum ada respons," ucapnya.

Keputusan Kemenag membatalkan ibadah haji tahun ini menimbulkan kekecewaan. Salah satu calon haji yang kecewa adalah Anita Fajar Rianti, 37, warga Kalurahan Depok, Kapanewon Panjatan.

Anita dan suaminya, Edi Wundartono, 37, mendaftar haji pada 2011 silam. Pada 2019 mereka dijadwalkan berangkat ke Makkah, Arab Saudi. Namun karena sang suami yang berprofesi sebagai polisi harus mengikuti pendidikan lanjutan, mereka terpaksa menjadwal ulang keberangkatannya pada 2020. "Tapi ternyata dibatalkan," ucap Anita.

Anita mengaku cukup kecewa dengan pembatalan tersebut. Pasalnya dia sudah melakukan pelbagai persiapan, mulai dari membeli alat perlengkapan selama di tanah suci, latihan fisik, ikut manasik dan sudah melunasi biaya administrasi.

Walaupun begitu, Anita tetap memaklumi keputusan tersebut. Dia menyadari dalam situasi saat ini, sangat riskan jika tetap berangkat berhaji. Ia pun berharap pandemi ini bisa segera berakhir sehingga pada tahun depan mimpinya berangkat ke Tanah Suci bisa terwujud.