Setelah Pasar, Rapid Test Acak di Jogja Akan Digelar di Mal dan Kafe

Rapid diagnostic test (RDT) Covid-19 di Pasar Beringharjo, Kamis (4/6/2020). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
04 Juni 2020 20:57 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJARapid diagnostic test (RDT) Covid-19 acak di pasar tradisional Jogja belum rampung. Dari 250 sampel pedagang di 10 pasar, masih ada beberapa pedagang yang belum diuji. Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja berencana menggelar rapid test acak di mal dan kafe.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengatakan hasil rapid test acak pedagang pasar belum bisa disampaikan kepada publik karena masih dikelola oleh Tim Epidemiologi UGM. Selain itu di hari kedua RDT acak, masih ada pedagang yang belum dites sehingga data sampel belum terkumpul dengan lengkap. "Kami mengikuti mekanisme dari Tim Epidemiologi UGM agar hasil [RDT acak] yang dicapai bisa maksimal seusai metodologi yang diterapkan," jelas Heroe, Kamis (4/6/2020).

Uji sampel rapid test meliputi Pasar Beringharjo 89 pedagang, Pasar Demangan 24 pedagang, Pasar Karangwaru empat pedagang, Pasar Kranggan 25 pedagang, Pasar Pathuk sembilan pedagang, Pasar Serangan 13, Pasar Kotagede 22 pedagang, Pasar Buah Sayur 36 pedagang, Pasar Sentul 13, serta Pasty 18 pedagang.

Bila biasanya RDT dilakukan dua kali, RDT acak di pasar tradisional Jogja ini hanya dilakukan sekali karena RDT acak ini adalah survei, bukan penelusuran (tracing).  "Kalau tracing dilakukan untuk menelusuri orang yang memiliki kontak dengan pasien positif, kalau ini kami sedang melakukan sampling untuk melihat apakah sebaran kasus di pasar ada atau tidak,” ucap Heroe.

Setelah selesai pada RDT acak di pasar tradisional, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja akan menggelar tes cepat acak di mal, kafe, dan restoran. Di mal, RDT akan diujikan kepada pengelola gerai dan karyawan. "Kami sudah menghubungi mal-mal, mereka sudah menyanggupi, namun jumlah sampelnya belum ditetapkan," tukasnya.