Warga Keluhkan Bau Menyengat dari TPAS Wukirsari, Baleharjo

Sebuah alat berat digunakan untuk menimbun sampah di kawasan TPAS Wukirsari, Desa Baleharjo, Wonosari, Sabtu (6/6 - 2020).Istimewa/Dokumen UPT Kebersihan dan Pertamanan
07 Juni 2020 21:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Warga Dusun Wukirsari, Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari, mengeluhkan bau menyengat yang bersumber dari Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Wukirsari. Harapannya, masalah ini segera diselesaikan sehingga tidak mengganggu warga sekitar.

Kepala Dusun Wukirsari, Sutrisno, mengatakan bau yang berumber dari TPAS sudah terjadi cukup lama, tetapi sejak beberapa bulan lalu kian menyengat sehingga sangat mengganggu aktivitas warga. Akibat masalah ini, warga sempat mengancam menutup lokasi pembuangan sampah tersebut. “Ancaman kami sampaikan sebulan lalu. Untuk menyebaran bau bisa menyebar sampai jauh,” kata Sutrisno, Minggu (7/6/2020).

Menurut dia, warga sudah berkoordinasi dengan pengelola terkait dengan permasalahan bau di TPAS. Dalam pertemuan itu pengelola menjelaskan penyebab bau menyengat karena hujan yang masih terus turun serta pengelolaan sanitary landfill yang tidak optimal. “Kondisi ini diperparah dengan adanya pembuangan sampah dari peternakan ayam. Tetapi sejak dua bulan lalu pengelola melarang pembuangan sampah dari aktivitas ternak,” katanya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertamanan dan Kebersihan Gunungkidul, Heri Kuswantoro, mengatakan jajarannya terus berusaha menekan timbulnya bau sampah dari TPAS Wukirsari. Menurut dia, ada beberapa langkah penanganan mulai dari penataan, perataan, pemadatan hingga penimbuhan sampah dengan tanah uruk. “TPAS tetap menimbulkan bau, tetapi kami berusaha untuk menguranginya,” katanya.

Menurut dia, upaya penanganan sangat bergantung dengan cuaca. Apabila hujan, maka prosesnya lebih lambat karena jenis tanah di Gunungkidul cenderung lengket saat terkena air, maka penanganan lebih lama dibandingkan saat cuaca cerah. “Sudah kami sosialisasikan ke masyarakat. Yang jelas, kami tetap komitmen dalam penanganan sehingga dampaknya ke masyarakat di masyarakat bisa terus dikurangi,” katanya.