Cegah Klaster Baru, Penyemprotan Disinfektan di Pasar Ditingkatkan

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
14 Juni 2020 07:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Untuk mengantisipasi munculnya klaster baru Covid-19, penyemprotan disinfektan di pasar-pasar tradisional kembali ditingkatkan. Selain itu, penerapan protokol kesehatan juga diperketat di area ini.

Kepala Disperindag Sleman Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan penyemprotan disinfektan di pasar-pasar tradisional sebenarnya sudah rutin dilakukan. Baik setelah pasar tutup pada siang hari maupun malam hari. "Saat ini kami dibantu PMI Sleman melakukan penyemprotan setiap pasar tutup. Jadi aktivitas pasar tidak terganggu, tetap beroperasi dengan protokol kesehatan," kata Mae kepada Harian Jogja, Sabtu (13/6/2020).

Penyemprotan disinfektan oleh relawan PMI Sleman dilakukan sejak Jumat (12/6/2020) hingga Minggu (21/6/2020) mendatang. Dalam sehari, para relawan ini bergerak ke dua hingga tiga pasar. Pada Sabtu (13/6/2020) tiga pasar yang menjadi sasaran meliputi Taman Kuliner, Pasar Gamping dan juga Pasar Ngino. Minggu (14/6/2020) tim bergerak melakukan penyemprotan di Pasar Godean. Selain penyemprotan, relawan PMI juga akan memberikan edukasi dan sosialisasi Covid-19 kepada para pedagang pasar Godean.

Mae menegaskan jika area pasar merupakan kawasan wajib masker. Dia tidak mentolerir jika ada warga pasar yang tidak menggunakan masker. Kewajiban menerapkan protokol kesehatan, kata Mae, berlaku bagi semua orang yang beraktifitas di pasar. Mulai warga yang berbelanja, pedagang tak terkecuali pegawai pasar, petugas parkir, petugas MCK, suplayer sayur dan buah.

Dia mempersilahkan siapapun untuk melaporkan jika ada warga pasar yang tidak patuh kepada petugas ataupun Dinas. "Ini untuk keamanan dan kenyamanan pasar. Sekali lagi kepada semua yang beraktifitas di pasar wajib menerapkan protokol pencegahan penyebaran virus Covid 19. Selalu pake masker, cuci tangan dan jaga jarak aman," katanya.

Untuk diketahui, pada Selasa (9/6/2020) lalu 710 pedagang pasar di 14 pasar tradisional mengikuti rapid test. Dari jumlah tersebut, 24 pedagang dinyatakan reaktif. Mereka saat ini menunggu hasil uji swab setelah menjalani masa karantina di Asrama Haji. Selain itu, 30 pedagang pasar juga diuji swab. Hingga kini, hasil swab dari para pedagang pasar ini juga belum keluar.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sleman, Shavitri Nurmaladewi mengatakan penyemprotan disinfektan digelar untuk menindaklanjuti kegiatan Rapid Diagnosis Test (RDT) di 14 pasar tradisional. Penyemprotan dilakukan oleh Satgas Covid-19 Sleman bekerjasama dengan PMI.

Menurut Evie, kegiatan tersebut untuk mencegah penyebaran Covid-19 agar akfivitas ekonomi masyarakat tidak terganggu. "Selama ini, sosialisasi dan pengawasan di pasar-pasar trandisional terus dilakukan, baik kepada pedagang maupun pengunjung pasar," katanya.

Lurah Pasar Stan Maguwoharjo Kasidi mengatakan sejak Sleman menetapkan status bencana Covid-19, pihaknya juga memberlakukan protokol kesehatan kepada warga pasar. Warga pasar diwajibkan memakai masker dan diminta rajin mencuci tangan dengan sabun. "Kami siapkan fasilitas cuci tangan di pintu-pintu masuk pasar baik di sisi Timur, Barat maupun sisi Selatan pasar," kata Kasidi.

Meskipun pasar desa, katanya, penyemprotan disiinfektan tetap rutin dilakukan oleh pengelola. Pasalnya aktivitas di Pasar tersebut tergolong tinggi. "Di sini jam buka pagi dan sore. Masih sangat ramai meskipun ada pandemi Covid-19. Namun kami terus mengingatkan agar pedagang dan pengunjung tetap waspada. Pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak," katanya.